PGPKT dan Dinkes Kota Sukabumi Gencarkan Literisasi Cegah Gangguan Pendengaran dan Ketulian Sejak Dini

PGPKT dan Dinkes Kota Sukabumi
Komda Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Kota Sukabumi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, menggencarkan literasi kesehatan telinga sejak dini kepada siswa SD, Kamis (7/3).

CIKOLE– Komda Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Kota Sukabumi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, menggencarkan literasi kesehatan telinga sejak dini kepada siswa SD, Kamis (7/3).

Kegiatan edukasi yang digelar di Perpustakaan Daerah Kota Sukabumi tersebut, sebagai upaya mencegah kasus gangguan pendengaran dan ketulian kepada anak-anak.

Bacaan Lainnya

Dalam moment itu, berbarengan pula dengan pencanangan pelatihan PGPKT puskesmas se-Kota Sukabumi yang digelar.

”Setiap tanggal 3 Maret diperingati sebagai hari pendengaran sedunia. Maknanya kesehatan pendengaran penting supaya masa depan lebih cerah. Sebab, jika tidak bisa mendengar terhambat belajar, sehingga pendengaran penting,” ujar Ketua Komda PGPKT Kota Sukabumi sekaligus Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Sukabumi Kote Noordhianta.

Kote menerangkan, puncak peringatan hari pendengaran nasional digelar hari ini di Lampung. Untuk tingkat Kota Sukabumi digelar Perpustakaan Kota Sukabumi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Peserta kegiatan adalah pelajar SDN Sindangsari, Kecamatan Lembursitu.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah mengatakan, acara ini bekerjasama dengan komda PGPKT yang sudah lama dijalin sejak 2018. Di mana, Momen hari peringatan pendengaran sedunia dilakukan setiap tanggal 3 Maret.

“Jadi diperingati hari ini dengan bebeapa kegiatan mendukung penanganan gangguan pendengaran dan ketulian,” kata Reni.

Sebelumnya sambung dia, banyak kegiatan baik sosial dan kemasyarakatan. Khususnya, dalam mencegah gangguan pendengaran dan ketulian.

Kolaborasi ini lanjut Reni, mendapatkan penghargaan yakni Sukabumi kota bebas gangguan telinga atau kota telinga sehat. Capaian ini berkat kerjasama yang baik antara pemda dan komda PGPKT.

” Dari 196 ribu warga yang skreningg, sekitar 0,5 persen warga memgalami gangguan telinga dan 50 persen karena serumen atau kotoran telinga. Sehingga kali ini inisiasi literasi edukasi masyarakat terutama anak-anak bagaimana pentingny menjaga kesehatan telinga,” ungkap Reni.

Reni menuturkan, selain itu ada pencanangan pelatihan kepada selurujlh tenaga medis puskesmas untuk peningkatan kualitas deteksi ganggguan telinga. ” Sudah bisa, tapi kualitas pemeriksaaan atau deteksi ditingkatkan dengan ilmu dan telnologi baru dengan Komda PGPKT,” pungkasnya. (why)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *