Perumda TBW Kota Sukabumi Gunakan Teknologi dari Korea, Indentifikasi Titik Kebocoran Pipa

Perumdam TBW Kota Sukabumi
CEO WI.Plat Co, Ltd, Cha Sunghoon didampingi CEO PT. Supra Internasional Indonesia, selaku agen teknologi dari Korea Selatan langsung melakukan kunjungan kerja ke kantor Perumdam TBW pada Selasa (22/3).

CIKOLE– Pembenahan di tubuh Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (Perumdam TBW) Kota Sukabumi dalam upaya memberikan pelayanan air kepada masyarakat terus digenjot. Seperti halnya mengatasi kebocoran air pipa.

Di mana Perumda TBW Kota Sukabumi telah bekerjasama dengan WI.Plat Co, Ltd sebuah perusahaan teknologi di Korea Selatan kini terus dilakukan.

Bacaan Lainnya

Bahkan CEO WI.Plat Co, Ltd, Cha Sunghoon didampingi CEO PT. Supra Internasional Indonesia, selaku agen teknologi dari Korea Selatan langsung melakukan kunjungan kerja ke kantor Perumdam TBW pada Selasa (22/3).

“Iya kedatangan perdana Cha Sunghoon ke Kota Sukabumi untuk melihat langsung tentang alat teknologi milik perusahaannya yang digunakan Perumda TBW untuk mengatasi kebocoran air,” ujar Direktur Perumdam TBW, Abdul Kholik Fajdawani .

Dikatakannya, alat teknologi dari perusahaan Korea Selatan itu berfungsi dengan baik, jajarannya telah mengetahui dimana saja titik-titik kebocoran air termasuk bisa membaca trend data dari kilometer.

“Setelah membaca data bersama Mr. Cha Sunghoon kita olah data tersebut dan lakukan kunjungan ke lapangan, sesuai dengan kesepakatan yang ada dalam Mou ada beberapa titik yang akan kita perbaiki di lapangan.

Rencana beliau dua hari berada di Kota Sukabumi,”katanya.

Secara umum alat-alat teknologi itu kata Abdul bisa diaplikasikan di Kota Sukabumi, dia memasang alat tersebut di dua lokasi sebagai pilot projek yakni di Batu Karut dan Kadudampit dengan dua distrik meter area.

Perumdam TBW di dua lokasi pemasangan alat teknologi juga memasang water kilometer untuk membaca pengaliran air secara 24 jam.

“Dari trend air itu kita dapat mengetahui tingkat kebocoran air berapa liter/detik dan berapa liter yang dimanfaatkan oleh masyarakat.

Alat teknologi yang kita gunakan karena tingkat kebocoran yang ada cukup tinggi, angka kebocoran yang muncul ke atas cuma 10 persen, sisanya 90 persen ke bawah,”terangnya.

Untuk mengetahui kebocoran air di bawah itulah Perumdam TBW memanfaatkan alat teknologi. Setelah alat-alat teknologi dipasang beberapa bulan yang lalu, data kebocoran dibaca langsung oleh WI.Plat Co, Ltd, di Korea Selatan.

“Nanti akan diambil sample beberapa titik yang akan di perbaiki. Kami memohon doa bersama bahwa kerjasama ini tidak selesai di pilot projects, semoga saja ada kegiatan selanjutnya dari Perusahaan Korea ini dilakukan di Kota Sukabumi,”ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan