CIKOLE– Mendekati tahun ajaran baru 2018, penjualan atribut sekolah di Kota Sukabumi masih lesu. Baik untuk seragam sekolah, alat tulis maupun perlengkapan lainnya. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya, penjualan atribut sekolah ini sangat ramai hingga menghasilkan untung yang berlipat. Dengan kondisi ini tentunya dikeluhan sejumlah pedagang, salah satunya pedagang atribut sekolah di pasar Harun Kabir, Agus (35).
Diakui dia, meski mendekati tahun ajaran baru, animo masyarakat untuk membeli perlengkapan sekolah belum bisa dirasakan. Hal itu terlihat dari jumlah penjualan barang dagangannya yang hanya menjual beberapa barang setiap harinya.
“Kalau tahun sebelumnya bisa menghabiskan 20 pasang seragam perhari. Namun, saat ini hanya habis rata-rata perhari mencapai lima pasang,”aku Agus kepada Radar Sukabumi saat disambangi di lapak jualannya.
Menurut dia, sepinya pembeli dirasakan hampir semua pedagang atribut sekolah. Dirinya pun tidak mengetahui persis kurangnya pembelian atribut ini. “”Semua pedagang sama, pendapatannya terus menurun,”tambahnya.
Disinggung soal harga, saat ini di pertokoan maupun pedagang kaki lima hampir sama. Adapun yang membedakan harga yakni dari kualitas bahan dan merek.
“Cuman, kalau di kaki lima harga bisa ditawar,”ungkapnya. Ia berharap, saat semakin dekat dengan masuknya awal sekolah, dagangannya bisa lebih laris lagi, melebihi dari rat-rata perhari.



