Pengaduan di Pengadilan Agama Sukabumi, Cerai Gugat Mendominasi

Kantor Pengadilan Agama Kota Sukabumi
Kondisi kantor Pengadilan Agama Sukabumi di Jalan Taman Bahagia, Kecamatan Warudoyong

SUKABUMI — Pengadilan Agama (PA) Kota Sukabumi, kembali mencatat terdapat 269 pengajuan cerai talak dan cerai gugat. Angka ini, sedikit lebih rendah jika dibandingkan pada Januari hingga April 2021 lalu yang jumlahnya mencapai 282 pengajuan.

Panitera Muda Hukum PA Sukabumi, Tuti Irianti mengatakan, jika melihat dari data yang ada saat ini jumlah pengajuan cerai talak dan cerai gugat sedikit mengalami penurunan.

Bacaan Lainnya

“Sedangakan, cerai gugat masih mendominasi kasus penceraian di Kota Sukabumi hingga saat ini. Karena, sepanjang Januari sampai April terdapat sebanyak 39 cerai talak dan 230 cerai gugat,” kata Tuti kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.

Pada umumnya, panjut Tuti, perceraian terjadi akibat masalah perselisihan atau pertengkaran yang tidak henti dan faktor ekonomi.

“Meski demikian, sebelum mengabulkan gugatan cerai dalam persidangan, terlebih dahulu kami melakukan proses mediasi antara penggugat dan tergugat,” ujarnya.

Proses mediasi ini, selain untuk menyatukan kembali juga untuk mengkonfirmasi alasan yang menjadi penyebab masuknya gugatan.

“Kami sudah mengupayakan semua kasus agar bisa diselesaikan dengan damai, tetapi ada beberapa kasus yang tetap bersikeras untuk pisah,” ujarnya.

Menurutnya, bagi pasangan yang tetap bersikeras cerai dan ingin menjalani sidang, maka mereka harus mengupayakan berbagai bukti yang kuat.

Misalnya saja, istri menggugat suami karena selingkuh. Dengan demikian, istri harus menyertakan bukti. “Dan semua alasan yang tertulis dalam gugatan, harus bisa dibuktikan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kasus penceraian tersebut didominasi berusia 25 sampai 40 tahun. PA Kota Sukabumi, akan terus berupaya menekan tingginya angka perceraian yang terjadi.

Seperti melakukan mediasi dengan pasangan suami istri (Pasutri) tersebut, sebelum kasus perceraiannya diputuskan di Pengadilan.

“Kami berupaya melakukan mediasi terhadap dua belah pihak agar tidak terjadi penceraian. Namun, ketika kedua belah pihak sudah tidak mengindahkannya baru dilakukan persidangan,” tutupnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.