KOTA SUKABUMI

Pemkot Sukabumi Tantang 33 Kelurahan Tawarkan Konsep Terbaik Kelola Sampah

×

Pemkot Sukabumi Tantang 33 Kelurahan Tawarkan Konsep Terbaik Kelola Sampah

Sebarkan artikel ini
DLH Kota Sukabumi
DLH Kota Sukabumi menggelar sosialisasi sayembara inovasi pengelolaan sampah di Balai Kota, Selasa (18/11).

SUKABUMI — Upaya Pemerintah Kota Sukabumi mengatasi persoalan sampah memasuki babak baru. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi resmi menggelar sosialisasi sayembara inovasi pengelolaan sampah yang melibatkan aparatur dari tujuh kecamatan dan 33 kelurahan.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana mengatakan, seluruh kelurahan harus memanfaatkan momentum ini untuk menunjukan komitmen nyata dalam menangani sampah. Menurutnya, pemerintah tidak hanya mencari konsep yang menarik, tetapi juga program yang realistis dan dapat diimplementasikan langsung di lapangan.

Bank bjb Tandamata

“Nanti kita pilih mana program yang memiliki konsep rasional, potensi berkelanjutan, dan ada nilai ekonomisnya. Kita lihat juga skema implementasinya. Dari seluruh proposal, kita akan pilih tiga terbaik,” kata Bobby kepada wartawan Selasa (18/11).

Ia menambahkan, sayembara ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota Sukabumi dalam mencari terobosan baru yang mampu menekan volume sampah dan menumbuhkan budaya hidup bersih secara berkelanjutan. Bobby optimistis bahwa 33 kelurahan memiliki kapasitas untuk menghasilkan gagasan terbaik.

“Ini upaya Pemkot Sukabumi untuk mengatasi permasalahan sampah. Doakan 33 kelurahan ini memberikan konsep terbaik dan mengimplementasikannya,” tegasnya.

Adapun, ketentuan utama sayembara mulai dari sasaran peserta yang ditujukan khusus bagi kelurahan, jadwal pengiriman proposal inovasi yang dibuka pada 19 sampai 30 November 2025, hingga proses verifikasi lapangan yang dijadwalkan pada 15 sampai 27 Desember 2025.

“Setiap kelurahan diminta mengajukan konsep strategis yang dapat menjawab persoalan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing,” ucapnya.

Sayembara ini, menjadi strategi pemerintah untuk mendorong partisipasi aktif warga sekaligus memperkuat budaya sadar lingkungan di tingkat paling dekat dengan masyarakat. “Kamk berharap kompetisi ini melahirkan ide-ide terukur, berkelanjutan, dan dapat direplikasi,” pungkasnya. (Bam)