Sehingga Fahmi menitipkan pengurus kwarcab untuk beradaptasi dengan situasi saat ini dan lakukan perencanaan program yang berbeda dalam kerangka pemulihan pasca pandemi.
Kedua bagaimana gerakan pramuka reponsif dengan situasi yang ada. Apalagi permasalahan kemanusiaan akan senantiasa ada di tengah warga dan bukan hanya kesehatan ekonomi, pendidikan dan berbagai dinamika gerakan pramuka harus resfonsif dengan situasi dan keadaan yang ada.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, gerakan pramuka harus adaftif seperti menjadi relawan Covid dan isoman.
Sukabumi sebagai kota idaman dengan nyamannya sebagai kekuatan jadikan penggerak. “Dengan 400 ribu pendusuk akan ada banyak permasalahan dan tantangan perkembangan teknologi persaingan, degradasi moral, dan isu lingkungan, “ujarnya. (bal/*)






