Puskesmas Sukabumi Dinilai Tingkat Nasional

SUKABUMI— Puskesmas Sukabumi siap menyambut kedatangan tim penilaian Rechecking dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Kedatangannya itu untuk lomba (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) berprestasi tahun 2017.

Kepala Puskesmas Sukabumi, Suhendro Rusli menjelaskan, tim kemenkes akan menilai dan meninjau langsung kinerja Puskemas Sukabumi yang telah terpilih masuk tiga besar nasional selama tiga hari ke depan terhitung (25/9) hingga (27/9).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, jumlah peserta lomba di tingkat Nasional mencapai 24 puskesmas perkotaan yang mewakili provinsi masing-masing. Tiga besar dalam lomba tersebut diputuskan setelah tim dari Kemenkes melakukan verifikasi. Melalui berkas dan video profil terhadap para peserta lomba FKTP berprestasi. Tiga diantaranya Puskesmas Sukabumi.

“Oleh karenanya, tim datang untuk membuktikan sendiri. Apakah benar atau tidak inovasi, kinerja dan prestasi yang telah disebutkan oleh Puskesmas Sukabumi,” akunya kepada Radar Sukabumi, kemarin (24/9).

Dari ke sembilan inovasi yang ada, akan dimintai bukti dan keterangan. Baik itu inovasi Prima on air. Atau Memorandum of Undersranding (MoU) untuk sosialisasi program puskesmas dan menampung aspirasi. Serta menjawab keluhan masyarakat.

Kedua tentang Skrining pra nikah. MoU puskesmas dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikole. Kemudian Inovasi MCU-Catin atau skrining pra nikah Puskesmas Sukabumi diadopt oleh Komisi Penanggulangan AIDS

(KPA) Kota Sukabumi. Bahkan dijadikan inovasi KPAD Kota Sukabumi dipertemuan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).

Selanjutnya, Mitra Himpunan Paud Indonesia (HIMPAUDI), MoU Puskesmas HIMPAUDI Kecamatan Cikole dengan tujuan menjaring batita dan balita yang tidak hadir di posyandu.

“Ada Mitra Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). MoU puskesmas dengan Kelurahan perihal Pembinaan Program Kelurahan sehat. Baik dikelurahn Kebonjati, Subangjaya, dan Cisarua,” jelasnya.

Ke lima Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Ponsbindu PTM) Tatanan sekolah. MoU dengan sekolah setingkat SMA. Dalam hal tersebut membentuk posbindu PTM di (SMAN 3 Kota Sukabumi). Skrining kesehatan guru-guru setahun dua kali. Ke enam sentra keprawatan. MoU dengan Stikes Kota Sukabumi. Difasilitasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi membentuk sentra keperawatan. Ketujuh, Ikatan Kader Posyandu (IKP) Subangjaya-Cisarua-Kebonjati (SUCIATI BINANGKIT).

“Ke delapan, Sistem Informasi Kesehatan Siswa Online (SIMKESWA), aplilasi informasi kesehatan siswa dalam jaringan. Yang bisa diakses oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K), Dinkes dan stake holder UKS yang terkait. Yang terakhir atrian pasien Electronical Visual Audio (EVA), baik dalam pengambilan nomor antrean pendafataran pasien,” terangnya.

Gambaran status kesehatan masyarakat di wilayah kerja, struktur organisasi, jejaring puskesmas. Jaringan puskesmas, sistem manajemen mutu dan juga manajemen puskesmas juga akan menjadi outline paparan puskesmas berprestasi. Wawancara lintas sektor. Baik itu dengan camat, lurah, danramil, polsek, Kantor Urusan Agama (KUA), LPM, IKP. dan semua pihak yang bekerja sama semua diundang. Sektor tersebut nantinya ikut andil dan dimintai keterangan.

“Selain itu juga ada telusuri dokumen. Jika semisal kita kan punya dokumen akreditasi, maka dicek apakah benar apa tidak. Kegiatan pun didokumentasikan dalam arsip,” jelasnya.

Kembali Suhendro menjelaskan. juara sekolah sehat di Kota Sukabumi merupakan hal yang biasa. Namun untuk kategori juara Puskesmas tingkat Nasional ini kali pertama ada. Terlebih Sukabumi sudah mempunyai kepastian masuk dalam tiga besar.

“Ini sejarah, juara di tingkat Jabar dikirim ke Nasional. Sedangkan untuk Jabar sendiri sudah absen selama 5 tahun ke belakang. Kita tinggal nunggu apakah kita masuk ke dalam peringkat 1,2 atau 3,” jelasnya.

Namun, menang atau tidaknya bukanlah priotas utama. Terpenting semua kerja keras dan inovasi yang sudah dilaksanakan, memberikan kemudahan dalam pelayanan. sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

Pemerintah daerah pun dalam hal ini menurutnya turut andil. Salah satunya yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan Asisten Daerah II Kota Sukabumi. Seperti mengumpulkan semua Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang terkait. Yang berhubungan dengan penilaian. Baik itu dalam segi kebersihan, keamanan Dan kelancaran.(cr11/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.