Proges Pembangunan Embung Kampung Lamping Masih Tahap Pengajuan

  • Whatsapp
Lurah Cikundul, Agus Heryanto saat diwawancara Radar Sukabumi.

SUKABUMI- – Pemerintah Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, masih mendambakan adanya pembangunan embung di Kampung Lamping RT3/8 demi meningkatkan produktivitas pertanian dan bisa menjadi destinasi wisata baru.

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, rencana pembangunan embung hingga saat ini masih dalam tahap pengajuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Tak tanggung, anggaran yang diperlukan untuk progres pembangunan ini membutuhkan sebesar Rp3,5 miliar.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, Cecep Rapih mengatakan, hingga saat ini rencana pembangunan embung di Kelurahan Cikundul masih dalam tahap pengajuan kepada Pemprov Jabar.

“Ya, masih dalam pengajuan. Targetnya pembangunan ini bisa terealisasi pada 2022 mendatang,” kata Cecep kepada Radar Sukabumi, Senin (5/4).

Cecep mengulas, dalam realiasi pembangunan embung ini diperlukan anggaran mulai dari Rp3,5 miliar sampai Rp5 milar. “Pembangunan embung ini merupakan progres kami. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasikan,” ucapnya.

Sebelumnya, Lurah Cikundul, Agus Heryanto menerangkan, pembangunan embung nantinya bisa mengairi seluas 30 hektare sawah yang saat ini kadang mengalami kesulitan air.

Adapun, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan embung seluas 6.000 meter persegi ini. Rencana pembuatan embung atau situ buatan itu, merupakan inisiasi warga RW 9 karena sering mengalami krisis air pertanian.

Namun, ketika dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) pada 2018 lalu fungsi embung ini bisa menjadi destinasi wisata baru.

“Kalau melihat sumber air dari Sungai Cibarengkok cukup bersih dan disitu juga ada mata air, kalau dibendung airnya jernih akan bisa menarik. Hal ini, tentunya bisa menarik para pengunjung karena di lokasi embung juga menyuguhkan pemandangan sehingga bisa menjadi destinasi wisata nantinya,” terangnya.

Pihaknya menargetkan, pembangunan embung tersebut dapat direalisasikan dan rampung pada 2022 mendatang.

“Sebelumnya, kami menargetkan pembangunan ini bisa selesai pada 2021 nanti. Tetapi, karena ada pandemi Covid-19 sehingga target pembangunan bisa selesai pada 2022 mendatang,” imbuhnya.

Menurutnya, warga sekitar sangat mendambakan rencana pembangunan embung tersebut lantaran selain bisa memenuhi kebutuhan air untuk pertanian juga bisa menjadi destinasi wisata. Dengan begitu, masyarakat sekitar bisa ikut berkontribusi dalam pengembangan objek wisata tersebut.

“Warga sangat mendukung terkait rencana pembangunan embung ini, karena memang banyak manfaatnya. Kami harap, pembangunnya segera terealisasi, karena saat ini kami masih menunggu hasil studi kelayakannya,” tutupnya. (bam/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *