Pengkonsumsi Tramadol di Kota Sukabumi Masih Mendominasi

Kejari-Kota-Sukabumi
Kepala Kejari Kota Sukabumi, Setowati bersama Sekda Dida Sembada, Waka Polres Sukabumi Kota, serta Dandim 0607/Kota Sukabumi, Letkol Inf Dedy Ariyanto saat melakukan pemusnahan barang bukti

CIKOLE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi, melakukan pemusnahan barang bukti, dari periode September 2022 hingga bulan Mei 2023 dan masih didomoniasi oleh kasus perkara undang-undang kesehatan yakni tramadol.

Kepala Kejari Kota Sukabumi, Setowati mengatakan, mengenai kasus perkara undang kesehatan sebanyak 37 perkara, diantaranya tramadol sebanyak 1.228 butir, reclona 246 butir, heximer 1.530 butir, alprazolam atarax 1 mg 618 butir, dan 8 buah Handpone.

Bacaan Lainnya

“Nah jadi di Kota Sukabumi ini, masih marak beredara itu moyoritas tramadaol dari perkara kesehata. Namun, tadi kata pak Waka Porles, rata-rata mereka itu membelinya lewat online, dan ini disebabkan dari kecanggihan teknologi, sehingga kita aga terbatas memantau kalau via onlin tersebut,” ujar Setiowati kepada Radar Sukabumi, Kamis (25/5).

Dia mengungkapkan, untuk perkara narkotika, seperti sabu-sabu sebanyak 269 gram, ganja 118 gram, handpone 9 unit, dan timbangngan digital 10 buah.

“Tentunya untuk narkotika ini, mulai menurun biasanya dalam perkara tersebut, sabu dan ganja yang paling mendominasi. Alhamadulillah ini juga, berkat dari deteksi dini yang dilakukan oleh jajaran kepolisian, bahwa kita bersama-sama serius dalam memberantas narkotika di Kota Sukabumi,” ungkapnya.

Selain itu, untuk kasus pencurian ada tiga perkara, yang berhahasil dipatkan barang buktinya, seperti handpone 1 buah, barang lainnya 9 buah. Kemudian perkara undang-undang darurat ada 9, senjata tajam sebanya 9 buah yang telah diamankan.

“Jadi semua barang bukti ini, kita telah musnah kan sekarang, ini berkat kerjasama dari semua unsur, sehingga semunya bisa dikerjakam dengan mudah,” pungkasnya. (Iki/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *