Pemerintah Kota Sukabumi

Pemkot Sukabumi Prioritaskan Pengentasan Kawasan Kumuh dan Rutilahu, Dilakukan Bertahap

×

Pemkot Sukabumi Prioritaskan Pengentasan Kawasan Kumuh dan Rutilahu, Dilakukan Bertahap

Sebarkan artikel ini
Frendy Yuwono
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Frendy Yuwono

SUKABUMI– Kepala Bidang Infrastruktur dan kewilayahan pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Frendy Yuwono mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan pengentasan kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni (Rutilahu) secara bertahap.

Menurut dia, wilayah yang masuk kategori kawasan kumuh itu, tersebar di beberapa kelurahan dan Saat ini dan tinggal menyisakan lima hektare lagi. Namun, pihaknya mengklaim bahwa kawasan tersebut tidak termasuk kumuh berat, melainkan kategori kumuh ringan.

Bank bjb Tandamata

“Sebetulnya kita sudah lakukan penanganan, melalui berbagai kegiatan dan juga program pendanaan yang dialokasikan ke setiap kelurahan,” ujar Frendy saat dihubungi Radar Sukabumi, Selasa (21/6).

Frendy mengungkapkan, sebelumnya, selama empat tahun ini kawasan kumuh berada di angka 139 hektare. “Jadi di tahun sekarang kita perioritaskan untuk menyelesaikannya. Dan juga kita gulirkan program kumuh, melalui dana kelurahan sebesar Rp50 juta rupiah per kelurahan, serta P2RW 25 jua. Tentunya anggaran itu digunakan untuk mengentaskan kawasan kumuh di setiap wilayah,” ungkapnya.

Selain itu kata Frendy, yang menjadi fokus Bappeda saat ini tidak hanya di pengentasan kawasan kumuh saja, namun pembangunan Rutilahu pun termasuk.

“Nah untuk cakupan kawasan kumuh itu kan hanya di lingkungannya saja, seperti kawasan jalanan dan juga saluran air bersih. Sedangkan Rutilahu ini lebih kepada pembangunan rumahnya. Artinya penanganan kawasan kumuh dan Rutilahu ini mesti beriringan,” ucapnya.

Adapun target penanganan di tahun ini, lanjut dia, ada sekitar 150 unit yang akan direnovasi. Sementara yang terdampak bencana pihaknya akan prioritaskan, dengan penanganan khusus.

“Alhamdulillah untuk target capaian setiap tahunnya, biasanya kita melebihi target. Kalau di total se-Kota Sukabumi ini masih terbilang cukup besar. Dari database PU ada sekitar 700-900 unit dan itu sudah ditangani, setiap tahunnya kita bisa tangani sekitar 200-300 unit,” pungkas dia (Iki/t).