Pemerintah Kota Sukabumi Terus Waspadai Peredaran Rokok Ilegal

Wali kota Sukabumi, Achmad Fahmi
Wali kota Sukabumi, Achmad Fahmi saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi pengenalan barang kena cukai hasil tembakau

SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, terus menggencarkan sosialisasi pengenalan barang kena cukai hasil tembakau bagi masyarakat Kecamatan Lembursitu di di salah satu hotel di Kecamatan Warudoyong, Senin (24/7).

Kegiatan yang digagas Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi dan bekerjasama dengan Bea Cukai Bogor ini, dalam mencegah peredaran rokok ilegal. “Pembangunan bisa terlaksana apabila daya dukung yang dimiliki, diantaranya untuk membangun perlu kemampuan keuangan, “ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi saat menghadiri sosialisasi.

Bacaan Lainnya

Di mana, Kota Sukabumi memiliki ketergantungan pada bantuan keuangan pemerintah pusat dan provinsi. Itulah sebabnya pemerintah mengoptimalkan potensi pendapatan negara salah satunya melaui cukai.

Cukai kata Fahmi, adalah pungutan negara dikenakan kepada barang tertentu miliki sifat karakteristik yang ditetapkan. Pendapatan dari cukai rokok besar meskipun pemerintah mendoring tidak merokok jauh lebih baik dan kalau pun merokok pilih yang cukai asli bukan ilegal.

Hal tersebut dikarenakan meskipun di satu sisi mengetahui rokok menganggu kesehatan dengan adanya peringatan di bungkusnya. Namun di sisi lain, rokok penyumbang terbesar pada pendapatan negara. Oleh karenanya saat ini berharap cukai rokok memberikan kontribusi besar kepada pendapatan. “Caranya pastikan rokok yang dibeli legal cirinya seperti hologram,” kata Fahmi.

Ia menerangkan, total penindakan di 2022 untuk rokok ilegal senasional sebanyak 1.321 dengan nilai Rp 97 miliar dan potensi kerugian Rp 61 miliar.

Sehingga kata Fahmi, sosialisasi penting karena Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dialokasikan kesehatan dan sosialisasi penguatan lainnya. Namun ketika jual rokok ilegal, bukan hanya pendapatan dirugikan, akan tetapi masalah kesehatan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Sebab, rokok ilegal tidak terlacak sejak awal. ” Momen ini semangatnya gempur rokok ilegal, sehingga rokok yang beredar di Sukabumi legal sifatnya,” cetus dia.

Satpol PP dan damkar terang Fahmi lakukan sifatnya edukasi, sosialisasi dan penindakan. Upaya ini bekerjasama dengan institusi lainnya.
Pedagang lanjut Fahmi, pastikan jualan rokok legal dan menjaga keamanan bagi konsumen. Intinya kuatkan kebersamaan dalam mencegah peredaran rokok ilegal.

“Sosialisasi ini dengan melibatkan petugas Bea Cukai Bogor yang memberikan informasi mengenai perbedaan rokok legal dan rokok ilegal. Sehingga warga dapat membedakannya dengan mudah, “ujar Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi Ayi Jamiat.

Di mana sasaran sosialisasi adalah para pemilik warung dan perwakilan RT/RW. Sebelumnya upaya serupa disampaikan ke warga di Kecamatan Cikole dan Gunungpuyuh. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *