Pemerintah Kota Sukabumi

Pemerintah Kota Sukabumi Perkuat Percepatan Penurunan Stunting

×

Pemerintah Kota Sukabumi Perkuat Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi saat memberikan sambutan oada gelaran Rembuk stunting tahun 2023

CIKOLE – Dalam rangka percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menggelar Rembuk stunting tahun 2023 di salah satu hotel di Kecmaatan Cikole, belum lama ini.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan, Rembuk Stunting ini dalam upaya mendorong kebersamaan dan kesepahaman dalam percepatan penurunan prevalensi stunting.

Bank bjb Tandamata

Di mana, stunting menjadi isu nasional dan perhatian khusus presiden dan target yang jadi prioritas, sehingga pihaknya menugaskan forkopimda untuk hadir dalam percepatan penanganan stunting secara nasional.

Fahmi menerangkan, target penurunan angka gagal tumbuh atau stunting ini sebesar 14 persen. Hal itu. harus dicapai pada tahun 2024, mendatang. Semua elemen baik forkopimda dan institusi lainnya memiliki target dalam penurunan stunting.

Rembug stunting ini kata Fahmi, jadi forum membangun kesepahaman dan komitmen kembali dalam penanganan stunting sebagai tugas berrsama. Termasuk melibatkan unsur perbankan, organisasi profesi, dan elemen penthelik jadi target untuk dikapitalisasi.

Terutama dalam melakukan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. Di mana, Jawa Barat menjadi salah satu dari 12 provinsi menjadi priorotas penurunan stunting.

Kota Sukabumi kata Fahmi, masuk 154 kota/kabupaten mendapatkan prioritas percepatan prevalensi penurunan angka stunting. Sebab dari 2021 ke 2022 terjadi kenaikan karena pada 2022 mencapai 19,2 persen dan naik 0,1 persen dari angka 2021.

“Bagaimana sama-sama berkolaborasi semangat kebersamaan menurunkan angka prevalensi stunting. Misalnya membangun ketahanan keluarga dengan penurunan angka stunting,” terang Fahmi.

Pemkot lanjut Fahmi menurunkan stunting dengan inovasi yang diluncurkan. Pertama inovasi Sisters dari Bappeda yakni sistem informasi terintegrasi data stunting. Jadi keluarga yang punya resiko stunting dimasukkan ke dalam sistem informasi dan dilakukan update.

Sehingga kata Fahmi, bisa melihat dukungan bantuan apa yang didapatkan dan bantuan yang belum. Sehingga fokus pada percepatan penanganan stunting.

Kedua terang Fahmi, inovasi Move on Guys dari Dinas Kesehatam Sasarannya pelajar SMP dan SMA diberikan tablet tambah darah, sarapan bersama di sekolah, aktivitas fisik olahraga bersama dan jingle Move on Guys.

Termasuk terang Fahmi, memiliki inovasi modul kurikulum Posyandu remaja hasil kolaborasi tim penggerak PKK Kota Sukabumi hingga kelurahan. Di mana ada 288 posyandu remaja dari 461 posyandu dan akan lakukan percepatan semua posyandu mempunyainya.

Inovasi ketiga, Pasti Penting, yakni kolaborasi DKP3 dan Bappeda yakni pangan lokal sehat, gizi tinggi untuk pencegahan new stunting. Inovasi digulirkan karena Sukabumi punya pangan lokal bergizi.

Fahmi menuturkan, inovasi Pasti Penting menguntungkan dua pihak yakni bagi masyarakat beresiko stunting dan petani. Masyarakat bersiko mendapatkan bantuan pangan gizi dan mencegah new stunting dan bagi petani mendapatkan kepastian pasar dari sisi nilai ekonomi produk meningkatkan kesejahteraan petani.

Inovasi ke empat, Mentari Berdasi yakni mengatasi stunting terkolaborasi bersama Dalduk, KB,P3Aserap informasi. Dalam inovasi ini disampaikan informasi mengenai pencegahan stunting bekerjasmaa dengan Indosat.

“Rembug stunting bagian dari membangun komitmen kebersamaan kolaborasi dalam penanganan stunting, “ungkap dia.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Sukabumi Nenden Eviyanti mengatakan, kegiatan ini sejalan Perpres Nomor 72 tahun 2021 tentanh Percepatan Penurunan Stunting. Salah satunya dengan Rembug Stunting yang melibatkan elemen pentahelik. (why)