Pemerintah Kota Sukabumi Fasilitasi Muhammadiyah Gelar Salat Idul Fitri 21 April di Lapang Merdeka

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukabumi Ade Rahmatullah 

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Achamd Fahmi angkat bicara soal beredarnya isu penolakan pengajuan izin penggunaan Lapang Merdeka untuk salat Idul Fitri yang rencananya, bakal diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sukabumi pada 21 April mendatang.

Orang nomor satu di Kota Sukabumi ini, menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi tidak pernah menolak penggunaan Lapang Merdeka. Bahkan, surat balasan kepada Muhammadiyah tidak menunjukkan penolakan.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, dalam surat balasan tersebut hanya menyampaikan, Pemda akan melaksanakan salat Idul Fitri sesuai ketetapan pemerintah pusat melalui Kementrian Agama.

“Kami kaget sebenarnya dengan berita yang menjadi viral dan menjadi liar informasinya tidak sesuai dengan fakta. Jadi saya sampaikan, PDM pernah mengirim surat permohonan izin untuk melaksanakan salat Idul Fitri di Lapang Merdeka. Dalam surat itu dibalas, kami akan melaksanakan salat Idul Fitri di Lapdek menunggu ketetapan dari pemerintah. Jadi tidak ada penolakan,” ungkap Walikota Sukabumi, Achamd Fahmi kepada Radar Sukabumi usai melakukan pertemuan bersama PDM Kota Sukabumi di Balai Kota Sukabumi, Senin (17/4).

Bahkan, lanjut Fahmi, sejauh ini Pemkot sudah silaturahmi dengan PDM Kota Sukabumi yang menghasilkan keputusan pemerintah akan memfasilitasi pelaksanaan salat Idul Fitri yang akan dilaksankan Muhammadiyah.

“Dalan menjaga ukhuwah islamiyah, kebersamaan, toleransi dan juga arahan Mentri Agama kepada para kepala daerah untuk memberikan dukungan dan mengakomodir pelaksanaan salat Idul Fitri yang kemungkinan berbeda waktu pelaksanaannya. Seandainya Muhammadiyah akan melaksanakan salat di Lapdek, kami persilahkan,” tegasnya.

Fahmi menerangkan, kendati PDM Kota Sukabumi tidak jadi menggunakan Lapang Merdeka. Namun, Pemkot bakal berupaya memfasilitasinya di sepanjang Jalan R Syamsudin SH yang nantinya akan dilakukan penutupan jalan.

“Sepanjang jalan ini akan kami lakukan penutupan. Makanya aneh kalau kemudian ada istilah terjadi penolakan kegiatan terhadap Muhammadiyah,” tuturnya.

Hal senada dilontarkan, Ketua PDM Kota Sukabumi Ade Rahmatullah mengaku kaget dengan viralnya isu penolakan pengajuan izin penggunaan Lapang Merdeka.

“Saya juga turut merasa kaget. Padahal, berdasarkan kesepakatan kami saat audien bahkan pak wali ingin memfasilitasi. Hanya memang pak wali, menyampaikan menunggu waktu sampai ada keputusan dari pemrintah tentang pelaksanaan salat Idul Fitri,” timpalnya.

Menurut Ade, PDM Kota Sukabumi sudah mempersiapkan penyelenggaraan salat Idul Fitri yang rencananya dipusatkan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI). Tetapi, nampaknya sebagian jalan akan digunakan untuk jemaah yang terakhir datang.

“Pak wali menginisiasi bahwa Jalan R Syamsudin SH akan ditutup. Intinya, kami tidak ada masalah dengan pak walikota. Bahwa berita viral bukan berasal dari yang resmi, hasil rapat PDM Kota Sukabumi. Masalah ini sudah selesai dengan rencana salat di UMMI,” pungkasnya. (Bam)

Pos terkait