“Untuk aspek faktor penguat memang kita mengalami penurunan diantaranya meliputi kelembagaan, infrastruktur dan perekonomian daerah.
Namun seluruh aspek komponen IDSD Kota Sukabumi tahun 2021 berada dalam kuadran I atau dalam kondisi paling ideal,”terangnya.
Selanjutnya Pemkot Sukabumi melalui Bappeda akan terus mengevaluasi hasil penilaian IDSD tahun 2021, tentunya untuk pengisian IDSD tahun 2022.
Lanjut Banyu hasil dari pengukuran Indeks Daya Saing Daerah yang sudah dilakukan bukan merupakan angka mutlak dalam mengukur keberhasilan ekonomi suatu daerah, namun angka tersebut dapat memberi gambaran atas kinerja ekonomi, persepsi iklim bisnis, dinamika usaha, kapasitas infrastruktur, kinerja pemerintah dan kinerja investasi yang dilakukan semua pihak termasuk swasta.
“Kami akan terus mengevaluasi aspek-aspek daya saing yang mengambil peran besar dalam pencapaian nilai IDSD Kota Sukabumi. Kota kita juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan daya saingnya,”pungkasnya. (bal/radarsukabumi)






