SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi memberikan dukungan terhadap inovasi Jumat bugar bersama herbal untuk memelihara badan sehat setiap hari (Jumbara Menari) yang dicetuskan Dinas Kesehatan (Dinkes).
Pasalnya, program ini dapat memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan tanaman herbal. “Melalui gerakan itu, setiap Jumat disediakan minuman herbal gratis bagi warga, tamu, maupun pegawai di Kantor Dinkes Kota Sukabumi. Saya mengapresiasi adanya inovasi ini,” ungkap Wal Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan, Senin (24/7).
Orang pertama di Kota Sukabumi ini, mengajak masyarakat Kota Sukabumi untuk memanfaatkan tanaman herbal. “Diharapkan konsumsi minuman dari olahan tanaman herbal itu dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Sukabumi,” ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah menuturkan, Dinkes mendorong Jumbara Menari di tengah kecenderungan penggunaan sediaan farmasi atau obat kimiawi. Sebab, potensi tanaman herbal untuk kesehatan sering kali dilupakan. “Tanaman herbal bisa jadi unggulan,” tuturnya.
Dengan Jumbara Menari, sambung Reni, diharapkan pemanfaatan tanaman herbal dapat dioptimalkan dan memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat.
“Inovasi dari Dinkes ini membuat masyarakat lebih sehat dan terbiasa mengonsumsi, mengolah makanan dari sumber nabati tanaman herbal,” bebernya.
Gerakan Jumbara Menari diawali di kantor Dinkes Kota Sukabumi pada pertengahan Juni lalu. Inovator Jumbara Menari dari Dinkes Kota Sukabumi, Fachrizal, mengatakan, setiap pekannya akan disajikan minuman herbal yang berbeda.
“Contoh minuman herbal ini wedang uwuh, yang berbahan dasar jahe, kayu secang, gula aren, daun sirih, kayu manis, kapulaga, dan biji pala,” imbuhnya.
Di tempat sama, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Sukabumi Lulis Delawati menambahkan, pemanfaatan bahan herbal yang merupakan kearifan lokal ini tidak kalah penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan.
“Minuman herbal ini jadi welcome drink di kantor Dinas Kesehatan dan dapat menginisiasi pelayanan publik lain dalam meningkatkan derajat kesehatan,” singkatnya. (bam)






