CIKOLE — Walikota Sukabumi, Achamd Fahmi menyoroti soal pencurian fasilitas publik seperti penutup manhole di Pedestrian Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cikole, yang terjadi pada Minggu (13/11) lalu.
Orang nomor satu di Kota Sukabumi ini pun, mengutarakan kekesalan di akun instagram pribadinya. “Sangat menyesalkan dan mengesalkan, disaat penataan sedang dilakukan, ada pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan tindakan tidak terpuji,” ungkap Fahmi, Selasa (15/11).
Menurutnya, aksi pencurian fasilitas publik tersebut bukan hanya membuat keindahan kota menjadi berkurang. Tetapi, juga dapat membahayakan para pejalan kaki.
“Ingat, perilaku itu bukan hanya sekedar membuat keindahan kota menjadi berkurang, juga sangat bisa membahayakan orang lain, khususnya pejalan kaki,” cetusnya.
Saat ini, sambung Fahmi, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi bersama aparat kepolisan tengah memantau terhadap pelaku yang saat melancarkan aksinya terekam CCTV yang terpasang di Jalan Ahmad Yani.
“Kami telah melakukan pemantauan terhadap pelaku melalui CCTV yang terpasang di sekitar depan balai kota serta pedestrian Jalan A Yani.
Kami juga bekerjasama dengam aparat keamanan untuk memproses langkah hukum yang perlu dilakukan seandainya kejadian tetap kembali terulang,” tegasnya.
Fahmi menambahkan, pasca 32 bulan pandemi Covid-19 yang menguras berbagai energi, Pemkot Sukabumi mulai kembali melakukan recovery, termasuk dalam penataan infrastruktur kota.
“Penataan yang sedang dilakukan ini bukan sekedar untuk memperindah suasana kota saja. Namun, lebih jauh lagi dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi bagi kota tercinta, kalau indah dan rapih tentunya akan membuat pengunjung dan investasi berdatangan ke kota kita, begitu pula sebaliknya,” pungkasnya. (bam)






