DLH Kota Sukabumi Temukan Air Sungai Tercemar

DLH Kota Sukabumi
DLH Kota Sukabumi saat melakukan pengujian kualitas air sungan Subdas Cisarua, Rabu (29/12). Foto:ikbal/radarsukabumi

CIKOLE– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi menemukan kualitas air sungai yang tercemar. Hal tersebut hasil sampel pengujian yang dilakukan selama 2021. Pencemaran air sungi itu diakibatkan oleh limbah dapur, MCK, serta pelaku usaha.

“Hasil sample kualitas sungai yang kita ambil berdasarkan hasil pengujian statusnya memang tercemar ringan.

Bacaan Lainnya

Selama tahun 2021 kita ambil tiga kali pengujian di setiap periode ada 29 titik, mulai dari hulu, tengah dan hilir,”kata Kasi Pencemaran Lingkungan pada DLH Kota Sukabumi, Henry Dwi Hikmawan didampingi oleh Analisi Laboratorium DLH, Agus Supanji di Subdas Cisarua, Rabu (29/12).

Dalam pengujian selama ini dilakukan di tiga periode yang berbeda diantaranya, hujan, kemarau dan peralihan musim. Tentunya hasilnya berbeda-beda, namun yang paling tercemar air sungai yakni pada saat musim kemarau.

“Berbeda saat musim hujan tingkat pencemaran bisa berkurang karena curah hujan yang membantu aliran sungai, namun disaat musim kemarau biasanya masyarakat meningkat nilai bakteri yang dibuang ke sungai,”terangnya.

Dijelaskannya, dalam upaya menekan tingkat pencemaran terhadap kualitas air sungai akibat ulah masyarakat dan para pelaku usaha, DLH akan gencar melakukan sosialisasi dalam hal pengelolaan limbah. Khusus masyarakat DLH mengimbau agar segera membuat septic tank atau jamban, kotoran tidak dibuang langsung ke sungai.

“Untuk pelaku usaha seperti Restoran, Hotel, Klinik, Rumah Sakit dan Cafe diwajibkan diwajibkan memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL),” ungkapnya.

Secara rutin Henry dan jajarannya juga sering melakukan pengawasan dan pembinaan kepada para pelaku usaha kegiatan, dan sebagian IPAL yang mereka miliki belum stabil nilai baku mutunya naik turun.

“Apabila IPAL yang mereka miliki, sudah memenuhi baku mutu, wajib ada izin juga yang kami terbitkan dari DLH, dan mereka boleh membuang IPALnya ke sungai asal sudah memenuhi baku mutu,”jelasnya.

Sementara itu, analisi Laboratorium DLH, Agus Supanji menambahkan, dari 29 titik lokasi sungai yang diam airnya, tingkap pencemaran tergolong tinggi terjadi di sungai Cisaray Hulu yang lokasinya di Kelurahan Subang Jaya, pencemaran di perkirakan dari limbah pupuk pertanian. “

Mungkin limbahnya bocor dan larut ke sungai kondisi air sungainya tercemar sedang, “pungkasnya. (bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.