“Makanya akan dilakukan bagaimana kita memfasilitasi menjalin hubungan menguatkan komponen-komponen untuk menguatkan modal sosial.
Seperti komponen trust (mempercayai) kepada pemerintahan, atau dirasakan adanya kehadiran pemerintahan di masyarakat, kemudian melakukan kerjasama seperti CRS, atau pembiayaan sosial, kemudian adanya jaringan-jaringan (networking) yang berdampak terhadap masyarakat,”ungkapnya.
Dan isu keempat mengenai persiapan menghadapi pemilu dan Pilkada di tahun 2024. Reni mengungkapkan, secara sosial dari indikator kinerja sosial yang dimiliki yaitu indek kerukunan umat beragama, terjadi pergeseran dimensi, ada yang menurun hubungan antara manusia interaksi dengan manusia di lingkungan.
Berarti, kata Reni, ada potensi gesekan-gesekan yang terjadi di masyarakat bisa memicu perasaan sosial bahkan bisa mempengaruhi ketidaknyamanan dan keamanan masyarakat Kota Sukabumi.
“Ini yang kita waspadai dengan misalkan persiapan Pilkada dan Pemilu karena merupakan pesta politik, dan pasti akan ada kepentingan dna bisa akan penejaman-penajaman kesenjangan, dan ini kita antisipasi dengan program-program di tahun 2023,”ucapnya.
Kemudian mengenai pembiayaan, Reni mengungkapkan, saat ini pihaknya baru mengitung yang sesuai dengan dibutuhan oleh KPU, yakni sebesar Rp23 miliar.
“Tapi, anggaran sebesar itu masih asumsi perkiraan dari KPU. Artinya, akan alami perubahan-perubahan kedepan,”bebernya. ( bal)






