SUKABUMI – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi menyebutkan, jumlah inovasi perangkat daerah pada 2023 mengalami kenaikan tiga kali lipat jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainah mengatakan, pada 2022 lalu terdapat 158 inovasi.
“Kemudian yang dinyatakan memiiki kematangan lebih dari 70 persen itu ada 133, per Juni 2023, kita sudah memasukan 433 inovasi atau ada peningkatan hampir tiga kali lipat,” kata Reni kepada wartawan, Rabu (5/7).
Adapun, inovasi yang sudah di entry dalam sistem di kemendagri.go.id, sebagai syarat dari penilaian inovatif dari governance award.
Keberhasilan itu, tidak terlepas dari dukungan kepala daerah dalam hal ini adalah Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. “Jadi satu perangkat daerah wajib melaporkan inovasi yang dibuat,” bebernya.
Biasanya, dalam musyawarah rencana pembagunan (Musrenbang) tingkat kelurahan yang hadir saat kegiatan pesertanya adalah orang sama saat Musrenbang sebelumnya.
Karena itu, ada kelompok masyarakat yang belum terwakili dan menyampaikan usulannya yaitu dari kalangan pemuda yang jumlahnya mencapai 48,2 persen dan 0,31 persen dari kalangan difabel.
“Sebab itu, baru ini kami sudah meluncurkan inovasi SCOPPI scenario planning perencanaan pembangunan inklusif di Kota Sukabumi melalui sistem informasi dan aplikasi bagaimana masyarakat bisa menyampaikan usulannya,” bebernya.
Inovasi yang diarahkan, tujuan dan program prioritas dalam RPJMD. Jadi tetap dalam inklusifitas pembagunan seperti bidang pendidikan, kesehatan kesejahteraan masyarakat dan kelompok termarjinalkan.
“Nah inovasi kelompok dari bidang tersebut kita kelompokkan mana yang menyasar prioritas pembagunan. Karena di 33 kelurahan saja sudah ada 99 inovasi 2023 yang batas waktunya 17 Juli 2023,” pungkasnya. (bam)






