KOTA SUKABUMI

Pembangunan Gedung Haji Terbentur Lahan

×

Pembangunan Gedung Haji Terbentur Lahan

Sebarkan artikel ini

CIKOLE,RADARSUKABUMI.com– Kementerian Agama Kota Sukabumi sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan gedung dan area pemberangkatan dan pemulangan Jamaah Haji di Kota Sukabumi. Pembangunan gedung tersebut menggunakan dana dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang dihimpun dari dana haji. Hanya saja pembangunan itu terbentur dengan lahan yang tidak dimiliki oleh Kemenag Kota Sukabumi. “ Sudah, di tahun kemarin juga mengajukan lahan ke Pemerintah , Kendalanya lahan,” ujar Kasi Pelayanan Urusan Haji dan Umroh Kemenag Kota Sukabumi, Dagus Surahman.

Dikatakan Dagus pembangunan gedung itu untuk memudahkan pelayanan. Fasilitas tersebut juga untuk mencegah hal yang tidak diinginkan seperti musibah yang terjadi pada pengantar calon jemaah haji beberapa waktu lalu. “Fasilitas gedung ini sangat dibutuhkan,” katanya.
Adapun anggaran yang disediakan oleh BPKH itu mencapai Rp. 150 triliun. Anggaran itu untuk pembangunan gedung haji seluruh Indonesia.” Anggarannya sudah ada, BPKH itu punya dana sekitar Rp150 triliun. Tapi di Kota Sukabumi belum bisa dibangun karena belum punya lahannya,” terang dia.

Bank bjb Tandamata

Diakui Dagus sejumlah daerah telah mengajukan dana ke BPKH untuk pembangunan fasilitas tersebut. Bahkan, sejumlah daerah seperti Kabupaten Sukabumi dan Cianjur telah memiliki gedung untuk pemberangkatan calon jemaah haji dan pemulangan jemaah haji. “Jadi, gedung itu untuk pelayana haji satu atap. Di atas untuk manasik, di bawah untuk kantor,” akunya.

Sementara pembiayaan oleh BPKH dan teknis pelaksanaannya oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). “Nanti setelah dana dicairkan, pengawasaannya ada di Bappenas, salah satu syaratanya, lahannya milik pemerintah,” terangnya.

Kebutuhan lahan sendiri ungkap Dagus minimal 2 hektare lahan untuk membangun fasilitas layanan untuk ibadah haji tersebut. Sedangkan untuk bangunan setidaknya 3000 meter persegi. Bahkan, Kemenag sudah mengajukan anggaran Rp3.5 miliar untuk pembangunan gedung. “Keinginan kami sih untuk pengadaan lahan juga dari aggaran BPKH. Tapi kan yang menetukan teknis dan spek dari Bappenas,” pungkasnya.

(bal)