SUKABUMI – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Tirta Bumi Wibawa, untuk sementara menghentikan distribusi air kepada pelanggan yang berada diwilayah layanan Sukabumi I dan Sukabumi II. Hal itu menyusul berkurangnya pasokan air bersih di Kota Sukabumi, akibat dampak kekeringan.
“Penghentian ini disebabkan menurunnya debit air pada sumber-sumber mata air yang digunakan. Penurunan debit air yang disebabkan musim kemarau terjadi diseluruh sumber mata air dengan tingkat penurunan yang bervariasi,” ujar Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda AM Tirta Bumi Wibawa Sukabumi, Asep Apudin, Kamis (2/11).
Asep mengungkapkan, adapun daerah yang terdampak tersebut, diantaranya cabang Sukabumi I meliputi daerah Kampung Selabintana Wetan, Perumahan Jayden Residence, Perumahan Shaynala, Jalan Sukajaya, Subang Jaya Village, Pesona Alam Asri dan Perumahan Subang Jaya Indah. Kemudian, untuk cabang Sukabumi II diantaranya meliputi perumahan Kahanaya, Perum Taman Asri, Subang Jaya Residence, Jalan Kokom Komariah, BTN Ciaul Indah, Desa Subang Jaya dan Jalan Ciaul Pasir.
Asep menambahkan, beberapa sumber mata air mengalami penurunan yang bervariasi, seperti Contohnya di sumber mata air Batu Karut.
Di mana, biasanya mampu mengalirkan air 150 liter per detik, saat ini hanya mampu mengalirkan air sebanyak 30 liter per detik atau menurun hampir 80 persen.
Kondisi serupa dialami pula disungai Pondok Halimun, Kadudampit, Cinumpang dan Cipelang. “Sesuai dengan kondisi alam, hari ini musim kemarau yang cukup panjang, sehingga kondisi sungai di Pondok Halimun sudah menipis debitnya. Akibatnya pipa Perumda AM Tirta Bumi Wibawa termasuk yang dimiliki masyarakat sudah tidak teraliri lagi,” terang dia.
Selain itu, sumber air di Kadudampit dan Cinumpang turunnya hampir 40 persen. “Sumur Cigadog juga menurun, kemudian di Batu Karut dari 150 liter per detik sekarang ini ada diposisi 30 liter per detik, hampir 80 persen,” tambahnya.
Melihat fenomena ini terang Asep, Perumda AM Tirta Bumi Wibawa melakukan tiga upaya. Pertama melakukan penjadwalan atau penggiliran distribusi air, serta mengandalkan pasokan air dari sumur bor Selabintana meski diakuinya pasokan tersebut tidak optimal.
Hal lainnya ungkap Asep adalah menyediakan layanan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki baik bagi pelanggan maupun non pelanggan. ” Ada penjadwalan distribusi, kalau memang yang masih ada sumber airnya,” bebernya.
Misalkan pagi ke wilayah mana sore dan malam untuk wilayah lainnya. Di sisi lain, Perumda Air Minum TBW pun telah menyalurkan bantuan air kepada warga masyarakat sekitar 500 sampai dengan 700 tangki air. (why)






