KOTA SUKABUMI

Pansus Pertanyakan Serapan Anggaran Dinkes Kota Sukabumi

SUKABUMI – Anggota Pansus Laporan Keuangan Pertanggung Jawaban ( LKPJ) dari PPP, Muchendra menyoroti sejumlah kegiatan yang tidak terserap oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi pada 2019.

Dari pengamatannya, ada empat item kegiatan dengan total anggaran sebanyak Rp. 2,5 Miliar, diantaranya Pencegahan dan Intervensi Stunting senilai Rp. 100.000.000, Pengadaan sarana dan prasana Laboratorium kesehatan Rp. 300.000.000, Pembangunan Intalasi Pengelolaan air limbah Puskesmas Rp. 1.300.000.000 dan Pengadaan sarana air bersih Puskemas Rp. 975.000.000.

” Kita sudah pertanyakan tadi saat pembahasan di pansus, jawabannya pemasalahan teknis, saya rasa kurang tepat dan mengambang,” ujar Muchendra Kepada Radar Sukabumi, kemarin (14/5).

Tidak hanya itu, Muchendra pun menyoroti terkait anggaran pencegahan dan invertasi stunting. Dimana anggaran senilai Rp. 100 juta itu tidak terealiasi lantaran terkendala teknis.

Padahal sambung dia, anggaran dibawah Rp. 200 juta tidak harus dilelangkan. Apalagi, kegiatan itu yang sangat diperlukan oleh masyarakat dan tahun lalu itu sedang gencarnya pemerintah pusat dan provinsi untuk mengurangi masalah stunting.

“Ya saya rasa alasan teknis karena tidak terserapnya anggaran Rp. 100 juta itu kurang tepat,” ujarnya.

Namun kata dia, jika mengenai kegiatan yang angkanya mencapai Rp 1,3 dengan alasan teknis masih bisa diterima dan masuk akal. Begitupun dengan pembangunan RS Al-Mulk yang tidak terserap dan dikembalikan lagi ke negara itu pun bisa masuk akal.

“Ini mah pencegahan penyakit loh kegiatannya, dan ini langsung dirasakan oleh masyarakat. Malah tidak teserap,” jelasnya.

Kalau secara keseluruhan kata Muchendra penyerapan anggaran di Dinas Kesehatan sekitar 80 persen. ” Ya anggaran serapan keseluruhan cukup bagus,” ungkapnya.

Ditambahkan Muchendra, catatan untuk Dinas Kesehatan Kota Sukabumi , pemerintah dalam menempatkan kepala dinas harus orang yang mumpuni di bidang kesehatan.

Apalagi saat ini masih diisi oleh PLT dan menjabat pula di Dinas Sosial. ” Coba berapa energi yang kadis itu keluarkan dalam menahkodai dua jabatan sekaligus. Kedepannya jangan sampai terjadi seperti ini,” pungkasnya. (bal)

Anggaran Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Yang tidak Teserap

– Pencegahan dan Intervensi Stunting Rp. 100.000.000
– Pengadaan sarana dan prasana Laboratorium kesehatan Rp. 300.000.000
– Pembangunan Intalasi Pengelolaan air limbah Puskesmas Rp. 1.300.000.000
– Pengadaan sarana air bersih puskemas Rp. 975.000.000

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button