SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Apa yang menimpa SNS (23) warga Sukaraja, Kabupaten Sukabumi ini harus menjadi pelajaran semua pihak. Terutama agar lebih hati-hati dalam menggunakan ojeg online (ojol). Pasalnya, ia nyaris menjadi korban tindakan asusila oleh oknum driver Grab.
Aksi yang dialami pemilik akun sonia_nanda21 ini mengaku telah mendapatkan perilaku yang tak menyenangkan dari oknum driver Grab. Informasi yang didapat Radar Sukabumi, aksi itu terjadi pada Minggu sore (4/8) sekitar pukul 16:00 WIB. Saat itu, gadis asal Kecamatan Sukaraja ini memesan ojol dari City Mall dengan tujuan pulang ke Sukaraja.
Diperjalanan, SNS sudah menaruh kecurigaan terhadap driver tersebut dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya. Setelah sebelumya berhenti disalah satu SPBU di Jalan RA Kosasih, Sonia kembali menaiki motor driver tersebut. Hingga akhirnya, percobaan tindakan asusila dilakukan dengan menggunakan tangan ke arah belakang tepat ke wilayah intimnya.
Menyadari aksi itu, gadis berhijab ini langsung meminta untuk berhenti walaupun perjalanan menuju rumahnya masih jauh. Karena kesal, pengalaman pahit yang dialaminya tersebut kemudian dibagikan melalui media sosial miliknya.
Kepada Radar Sukabumi, SNS sang pemilik akun sonia_nanda21 membenarkan aksi percobaan tindakan asusila yang hampir menimpa dirinya. Ia mengakui, aksi tersebut cukup membuatnya syok sampai trauma menggunakan jasa ojol.
“Iya, kejadiannya Minggu (4/8) lalu sekitar pukul 16:00 WIB. Saat itu saya berniat pulang dari City Mall ke arah Sukaraja mau pulang,” bebernya kepada Radar Sukabumi, kemarin (6/8).
Ia mengaku, langkah yang diambilnya dengan membagikan peristiwa tersebut agar memberikan efek jera terhadap oknum driver dan memberikan pelajaran kepada masyarakat agar tak terjadi peristiwa serupa.
“Saya bagikan cerita ini dimedia sosial untuk pelajaran dan pengalaman bagi masyarakat lain, supaya tidak ada korban ataupun oknum-oknum driver lainnya,” tutupnya.
Sementara itu, dihubungi melalui saluran telepon, Partner Engagement Strategic Grab Jawa Barat, Mawaddi Lubby menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan informasi dugaan tindakan percobaan asusila yang dilakukan salah satu mitranya tersebut. Selain itu, pihaknya saat ini tengah mencari informasi sebenarnya dari kedua belah pihak untuk memastikan peristiwa tersebut.
“Tentunya kami amat menyesalkan. Kami (Grab, red) tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan tersebut. Untuk sementara, kami sudah menonaktifkan aplikasi mitra yang diduga melakukan aksi tidak terpuji itu,” jelasnya kepada Radar Sukabumi melalui saluran teleponnya.
Tidak hanya itu, terhadap korban pihanya bakal menawarkan pendampingan dari Komnasham. Adapun terkait sangsi, sesuai SOP dan prosedur pihaknya terlebih dahulu bakal mengumpulkan keterangan dari kedua belah pihak.
“Keselamatan dan kenyamanan terhadap penumpang merupakan prioritas kami. Dalam waktu dekat, kami akan kumpulan kuda belah pihak. Apabila terbukti, kami akan memberikan tidakan tegas sampai pemutusan mitra,” pungkasnya.
(upi/t)




