Malah menurut Asep, banyak sekolah-sekolah di Kota Sukabumi yang pernah didatangi olehnya untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba, dan sampai saat ini selalu ada permintaan dari pihak sekolah yang pernah dijumpainya dalam mensosialisasikan bahaya narkoba.
Dirinya mengaku tidak marah, atas isu yang beredar tentang mobilnya yang dianggap milik pemerintah yang ternyata adalah milik dia pribadi. Hanya saja ketika ada yang menyuruh untuk mengembalikan, dirinya sempat tersinggung.
Masih kata Asep, bahwa selama ini meski belum ada secara kelembagaan yang sah mengenai BNN Kota Sukabumi, Timnya sering mengadakan sosialisasi tentang bahaya narkoba di Kota Sukabumi dengan mobil milik pribadinya tersebut.
“Kitapun sering melakukan sosialisasi ke masyarakat Kota Sukabumi tentang bahaya narkoba, guna mendorong pemerintah untuk mendirikan BNN Kota Sukabumi,” ujarnya.
Dengan kejadian ini , dirinya berharap mudah-mudahan mereka bisa mengerti tentang kesalah pahaman ini.



