SUKABUMI – Semangat kebangsaan dan solidaritas antarumat beragama kembali digaungkan di Sukabumi melalui Seminar dan Pelatihan Wawasan Kebangsaan yang digelar oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Rumah Teduh Yayasan Teduh Insan Kreatif. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (28/9) di Hotel Taman Sari, dengan mengusung tema “Jabar Istimewa, Indonesia Berdaya: Kolaborasi Lokal untuk Ketahanan Nasional.”
Ratusan peserta dari berbagai latar belakang hadir dalam kegiatan ini, mulai dari generasi muda, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi sosial kemasyarakatan. Seminar ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif dalam membangun semangat kebangsaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Rumah Teduh, Handi Salam, dalam sambutannya menekankan pentingnya menciptakan ruang kebersamaan yang mampu menumbuhkan solidaritas, kreativitas, dan harapan di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Rumah Teduh berkomitmen menjadi bagian dari transformasi sosial yang tidak hanya menyentuh aspek intelektual, tetapi juga emosional dan spiritual masyarakat Jawa Barat.
Senada dengan itu, Pembina Rumah Teduh, Agung Munajat, mengajak seluruh peserta untuk menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong dan empati sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut merupakan inti dari ajaran semua agama besar yang diakui di Indonesia, dan sejalan dengan sila kedua Pancasila serta semangat konstitusi. Dalam pemaparannya, Agung mengutip sejumlah ayat dan konsep keagamaan, seperti QS. Al-Baqarah ayat 195, Galatia 6:10, dan konsep Ren dalam ajaran Konghucu, untuk memperkuat pesan kemanusiaan yang universal.
Seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber utama, di antaranya Dani Hadianto dari Kesbangpol Jawa Barat, Daden Sukendar selaku Komisioner Komnas Perempuan RI, serta Dr. Rizki Hegia Sanpurna, akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Ketiganya menyampaikan pandangan mengenai pentingnya dialog lintas iman, penguatan nilai-nilai kemanusiaan, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Diskusi berlangsung secara interaktif dan menjadi ruang refleksi atas berbagai tantangan kebangsaan yang dihadapi saat ini, termasuk meningkatnya polarisasi sosial dan intoleransi. Para peserta diajak untuk tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan nilai keadilan, keberadaban, dan saling menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
Rumah Teduh dan Kesbangpol Jawa Barat berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari berbagai kolaborasi strategis yang menghidupkan kembali semangat kebangsaan di tingkat lokal. Dalam penutupnya, Agung Munajat menyampaikan bahwa ketika harapan dinyalakan, bukan hanya ruang yang dibangun, tetapi juga masa depan yang lebih baik untuk semua.(*)






