Dalam setiap sosialisasi, anggota SSS memberikan pemahaman tentang apa itu ular, jenis dan bahayanya kepada masyarakat.
Di Alun-alun Digital inilah biasanya, mereka bersosialisasi sambil membawa ular-ular yang tentu tidak berbisa
. Komunitas yang berdiri 20 Oktober 2016 di Kota Sukabumi itu, sudah selama enam bulan rutin setiap hari minggu memberikan edukasi dan sosialisasi di lokasi tersebut.
“Kita baru enam bulan di sini, biasanya kita kumpul bareng tiap hari Minggu dari jam 8 hingga jam 10 siang,”tuturnya.
Adapun reptil atau ular yang sering diperlihatkan dan dijadikan bahan edukasi oleh Komunitas SSS ini adalah jenis ular poros, Bp, phiton dan ular air.
”
Semua jenis ular yang dipamerkan dan diterangkan kepada masyarakat tidak berbisa,”terangnya.
Jadi masyarakat yang ingin melihatnya dan memegang ular-ular tersebut merasa aman.
“Kita bawa ular – ular ini, ular yang tidak berbisa, kalau berbisa takutnya terkena masyarakat, karena yang namanya bisa itu seperti ludah walaupun sudah dibuang pasti ada lagi,” paparnya.
Dengan adanya pemberian edukasi sosialisasi ini, mereka berharap masyarakat bisa paham terhadap jenis-jenis ular dan mampu untuk mengatasinya jika menemukan ular.



