Lanjut Tia, akibat kejadian itu kerugian pun ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Karena, selain rumahnya yang hampir ambruk beras sebanyak 20 karungpun terendam banjir disertai lumpur.
“Untung saja, waktu lonsor pertama kami sekeluarga memutuskan untuk mengontrak di rumah tetangga yang dianggap aman. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi,” lirihnya.
Disingung soal bantuan? ia menjawab, dirinya sudah menerima bantuan berupa Sembako dari pemerintah terkait yang menyambangi lokasi bencana beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah pemerintah sudah memberikan bantuan, tapi kami meminta kepada pemerintah untuk dapat kembali membangun dan memperbaiki selokan yang jebol.
Karena, apabila tidak diperbaiki khawatir akan kembali terjadi longsor dan itu bisa mengancam keselamatan warga setempat,” akunya.
Di tempat yang sama, Ketua RW14, M Sukarya (62) menjelaskan, insiden longsor susulan terjadi saat hujan mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.





