Lapas Sukabumi Tes PCR, Pria Bertato Teteskan Air Mata

  • Whatsapp
Lapas Kelas IIB Sukabumi
Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIB Sukabumi saat mengikuti tes PCR gratis, Rabu (27/10).

SUKABUMI — Memperingati Hari Dharma Karyadhika Kemenkumham, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi, kembali menyelenggarakan tes PCR gratis untuk para petugas dan warga binaan, (27/10).

Dari pantauan Radar Sukabumi, ratusan petugas dan warga binaan mengantre untuk melakukan tes PCR. Namun, di tengah berjalannya kegiatan pria bertato mencuri perhatian para petugas lantaran ketakutan untuk mengikuti tes PCR.

Bacaan Lainnya

Setelah Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Christo Victor Nixon Toar berupaya menenangkan seorang warga binaan ini, akhirnya langsung dites PCR hingga mengeluarkan air mata.

“Selama ini, saya sudah dua kali dilakukan tes PCR dan rasanya perih banget,” ungkap salah seorang warga binaan Dani (37) kepada Radar Sukabumi, Rabu (27/10).

Hal itu terjadi bukan hanya saat tes PCR saja, namun Dani juga sempat ketakutan ketika dilakukan suntik vaksinasi pada beberapa waktu lalu. “Mudah-mudahan ini yang terakhir kalinya dilakukan tes PCR karena sakit banget,” lirihnya sambil mengusap air mata.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Christo Victor Nixon Toar mengatakan, melalui Dinas Kesehatan dan Labkesda Kota Sukabumi, Pemerintahan Kota (Pemkot) memberikan test PCR dan pelayanan kesehatan gratis kepada Petugas Lapas, warga binaan dan masyarakat umum.

“Pemeriksaan kesehatan dan test PCR gratis ini merupakan bantuan dari Walikota Sukabumi yang diberikan melalui Dinas kesehatan dan Labkesda Kota Sukabumi.

Saya ucapkan terimakasih kepada Walikota Sukabumi yang menyumbangkan sebanyak 250 alat tes PCR secara gratis dan sekaligus menugaskan tenaga kesehatan untuk melakukan test PCR dan pemeriksaan kesehatan masayarakat Kota Sukabumi, khususnya kepada petugas dan warga binaan,” ujarnya.

Christo menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan ini dibagi menjadi dua tempat yaitu di Poliklinik depan untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan dan tes PCR untuk masyarakat umum. Sedangkan, Poliklinik area dalam Lapas akan dilaksanakan test PCR untuk petugas pemasyarakatam dan warga binaan.

“Dari 250 alat PCR akan digunakan, sebanyak 200 untuk petugas dan warga binaan, sedangkan 50 alat PCR lainnya digunakan untuk masyarakat umum, selain itu juga akan ada pemberian multivitamin untuk pasien yang memeriksakan dirinya, bagi masyarakat umum diharuskan membawa KTP sebagai bentuk persyaratan untuk pendaftaran,” paparnya.

Christo menambahkan, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai bentuk upaya menanggulangi dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. “Kami harap pandemi ini segera berakhir karena sangat berdampak terhadap semua sektor,” pungkasnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *