Misalnya daja, memiminimalisir judi, mencuri, utang piutang dan lain sebagainya. “Kartu elektronik cashless ini hadir sebagai pengganti uang cash yang bisa digunakan baik bagi WBP yang masih menjalani masa pidana maupun yang telah selesai melakukan masa pidana” imbuhnya.
Christo kembali menekankan, cashless ini diberlakukan untuk menekan peredaran uang di dalam Lapas, untuk pembuatan seluruh warga binaan sebanyak 500 orang di gratiskan. “Ya, karena pembiayaan pembuatan kartu akan di tanggung oleh Koperasi Pengayoman Lapas Sukabumi,” imbuhnya.
Menurutnya, kartu elektronik ini bisa di topup menggunakan VAVA, atau minimarket namun Lapas Sukabumi juga akan menyediakan counter diruang kunjungan unutk topup kartu ini dengan tujuan memudahkan keluarga warga binaan yang berkunjung.
“Saya menyampaikan untuk penitipan uang sudah tidak ada lagi, jadi uang yg di titipkan akan langsung di top up kan ke kartu WBP, jika saya masih melihat uang di blok hunian ketika sidak, kami akan tindak tegas sesuai peraturan yang ada,” tutupnya. (bam/t)






