Kota Sukabumi Alami Inflasi Sebesar 0,78 Persen

Pasara Kota Sukabumi
Kenaikan bahan pokok di Pasara Kota Sukabumi memicu inflasi

CIKOLE– Kota Sukabumi alami inflasi sebesar 0,78 persen pada bulan April 2022, dengan Indek Harga Konsumen (IHK) sebesar 109.78. Inflasi terjadi, dikarenakan adanya kenaikan di beberapa kelompok pengeluaran.

“April 2022 kemarin, Kota Sukabumi terjadi inflasi sebesar 0,78 persen, atau terjadi kenaikan IHK pada bulan Maret 2022 sebesar 108,93 menjadi 109,78 pada April 2022,”ujar Kepala Bidang Perekonomian, dan Sumber Daya Alam, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Yanto Arisdiyanto,Kamis, (12/5).

Bacaan Lainnya

Yanto mengungkapkan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, beberapa kelompok pengeluaran tersebut, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,31 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,94 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,35 persen, kemudian kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen, kelompok transportasi sebesar 1,60 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,13 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman (restoran) sebesar 0,52 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,33 persen.

“Inflasi pada bulan April tersebut, dikarenakan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga di beberapa kelompok pengeluaran yang tadi saya sebut itu,”ucapnya.

Selain itu juga, tambah Yanto, data dari Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, menunjukan perkembangan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) pada bulan April 2022 kemarin, terpantau alami kenaikan harga.

Diantaranya, daging sapi yang dijual di kisaran Rp170 ribu per kg, daging ayam broiler berada di level Rp45 ribu per kg, begitu juga dengan komoditas jenis sayur-sayuran, seperti, cabai merah besar lokal yang dijual Rp90 ribu per kg, bawang merah menjadi Rp38 ribu per kg, dan cabai merah besar TW yang berada di posisi Rp60 ribu per kg.

“Tapi, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, ditujukan hanya terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen. Namun ada juga satu kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok pendidikan,”jelas Yanto.

Yanto mengungkapkan, jika nilai inflasi Kota Sukabumi sejauh ini masih tergolong aman dan terkendali.

“Ini masih bagus dan terus dapat terkendali sesuai target yg ditetapkan Bank Indonesia untuk inflasi 3 +/-1. Makanya kita selalu berikan pemahaman dan informasikan saat rapat tentang perekonomian , terutama  mengenai pengendalian inflasi”katanya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar