“Atas dasar itu banyak hal yang perlu dilakukan secara kolaboratif karena tidak hanya bisa satu pihak dalam pembangunan KKBPK,” cetus Fahmi.
Sebabnya pembangunan KKBPK sifatnya kolaboratif melibatkan seluruh pihak yang harus bertanggungjawab.
Pembangunan KKBPK ini ungkap Fahmi, akan melahirkan indeks pembangunan manusia (IPM). Di mana IPM merupakan indikator berhasil atau tidaknya pembangunan yang berhubungan dengan ekonomi, kesehatan, dan daya beli warga.
“Ketika melakukan percepatan dalam intervensi KKBPK, maka insya Allah akan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi,” imbuh dia.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu menambahkan, Rakerda ini digelar sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi daerah (Rakorda) Jabar terkait KKBPK.
“Perpaduan program dalam rangka untuk meningkatkan peran serta pemerintah daerah dalam menyukseskan tiga program itu,” kata dia.
Pembangunan KKBPK ini kata Nicke memerlukan sinergitas program dalam menekan angka laju pertumbahan penduduk 1.4 persen. Targetnya laju pertumbuhan penduduk menurun maka harapannya kesejahteraan masyarakat meningkat. (cr5/d)




