Kemenpar Bidik Mahasiswa Promosikan Pariwisata

CIKOLE – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mengundang puluhan mahasiswa Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk dijadikan sebagai ujung tombak pariwisata. Mereka akan menjalani Pelatihan Dasar Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisataan, bertajuk Pariwisata Goes To Campus.

Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan Kemenpar RI Wisnu Bawa Tarunajaya mengutarakan saat ini kelembagaannya tengah membidik kalangan mahasiswa sebagai kelompok yang diandalkan untuk

Bacaan Lainnya

mempromosikan pariwisata di seluruh Indonesia kepada Dunia. Oleh karenanya mahasiswa diberi pendidikan dan pemahaman tentang bagaimana menyikapi dunia pariwisata sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat.

“Mahasiswa memiliki potensi yang besar untuk menjadi duta pariwisata, oleh karenanya kita membidik mahasiswa untuk mempromosikan pariwisata salah satunya Sukabumi,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (2/11).

Lebih lanjut Wisnu mengatakan pelatihan yang akan dijalani para mahasiswa ini masuk akan dimasukan ke dalam salah satu program khusus Kemenpar. Harapannya, mereka dapat sepenuhnya menjadi penyampai promosi pariwisata di daerahnya masing-masing. Mulai dari mengenalkan pariwisata hingga menyebarkan ke komunitasnya.

Tak hanya mahasiswa, pihaknya juga menggandeng tokoh-tokoh dan guru guru sekolah untuk memberi pemahaman pariwisata kepada anak didiknya.

Hal tersebut dilakukan untuk mengubah mindset tentang pariwisata. Aktivitas kepariwisataan, kata Wisnu, bukan hanya berkaitan dengan turis atau wisatawan mancanegara, namun dengan banyak hal.

Bisa berkaitan dengan wisata alam, wisata kuliner, wisata religi, maupun wisata lainnya.” Jadi pariwisata itu bukan hanya soal turis dan bule.

Kota Sukabumi bukan tidak ada lokasi wisata. Kuliner sebagai penggerak, itu juga pariwisata. Itulah salah satu hal yang kita tekankan kepada mahasiswa. Menggerakkan orang dari satu desa ke desa lainnya pun adalah bentuk aktivitas pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu Anggota Komisi X DPR-RI Fraksi PPP Reni Marlinawati menaruh perhatian lebih kepada para mahasiswa kreatif yang mampu mengembangkan potensi pariwisata di daerah. Menurutnya para mahasiswa ini mempumyai dua potensi. Pertama turis dan yang kedua adalah employment.

Menurutnya mahasiswa mempunyai nalar dan visi kedepan. Hal tersebut yang perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi pariwisata yang ada. Paling sederhana, misalnya mereka, berada di suatu tempat wisata kuliner atau wisata alam di daerah asalnya, cukup mempromosikan tempat tersebut melalui media sosial.

Dengan demikian bisa dilihat sesama pengguna media sosial. Apapun bisa dilakukan selama mahasiswa tersebut mau berinovasi.

“Sebagai individu akademis dan generasi milenial yang memiliki mobilitas tinggi, mahasiswa masa kini bisa memanfaatkan teknologi gadget untuk ikut serta mempromosikan potensi-potensi pariwisata yang ada di sekitarnya. Baik wisata kuliner, wisata religi, wisata alam, maupun potensi wisata lainnya,” tutupnya.(cr11/t)

Pos terkait