Kejari Kota Sukabumi Bebaskan Pelaku Penganiayaan Mantan Istri

Kejari Kota Sukabumi
Kepala Kejari Kota Sukabumi, Setiyowati dan Kasi Pidum Ahmad Tri Nugraha saat memberikan penjelasan terkait penyelasesaikan kasus penganiayaan dengan diberikan restoratif justice

BAROS – Seorang pria berinisial FM (27) yang diduga telah melakukan penganiayaan tehadap mantan istrinya berinisial AA (22), kini telah dibebaskan melalui Restoratrative Justice oleh Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi.

Hal itu lantaran, korban telah melakukan cabut perkara atau bersepakat damai dengan terduga pelaku.

Bacaan Lainnya

Terlebih, pasal yang disangkakan kepada pelaku hanya dikenai pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman kurungan dua tahun delapan bulan.

“Iya, kami memberikan Restorative Justice kepada terduga tersangka, atas pertimbangan karena dia ini bukan residivis, kemudian ancaman hukumannya tidak lebih dari lima tahun dan keduanya telah berdamai,” ujar Kepala Kejari Kota Sukabumi Setiyowati kepada Radar Sukabumi, Senin (5/12).

Selain itu, keduanya ini dulu merupakan pasangan suami istri, tetapi sekarang sudah bercerai dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dari pengadilan agama Sukabumi tanggal 27 Juli 2022.

Adapun posisi kejadiannya di rumah kontrakan di Kampung Palasari Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh.

“Pada saat itu, keduanya sedang mengobrol tidak lama kemudian terjadi perselisihan, disebabkan terdung tersangka ini merasa cemburu kepada korban, sehingga mengakibatkan luka lecet lebam dibagian tubuhnya,” terangnya.

Lanjut Setiyowati, kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan menandatangani surat perjanjian perdamaian diatas materai, Kemudian fikri sementara waktu akan di tahan tidak langsung dibebaskan.

“Jadi kami akan melakukan penahanan dengan tenggang waktunya sampai 20 hari dari sekarang, untuk menyelesaikan proses adiministarai dan disampaikan ke Jampidum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pidana Umum Kejari Kota Sukabumi, Ahmad Tri Nugraha menambahkan, Restorative Justice ini dilakukan sudah yang ketiga kalin di Kejari Kota Sukabumi, sesuai arahan dari kejaksaan agung harus menyelesaikan tiga kasus yang di Restorative Justice kan.

“Alhamdulilah kami telah melaksanakan program Restorative Justice sesuai arahan dari Kejagung, dan tidak ada kasus yang lepas,” pungkasnya. (Cr4/t)

Pos terkait