SUKABUMI – Dibulan Ramadan ini permintaah elpiji untuk kebutuhan masyarakat mengalami peningkatan. Tentu saja, kondisi ini menjadi aji mumpung dan kerap kali dimanfaatkan para pangkalan nakal untuk menarik keuntungan dengan cara meninggikan harga yang sudah ditetapkan.
Untuk itu, pihak Pertamina akan terus melakukan pengawasan mengawasi dan menindak pihak pangkalan yang mencari keuntungan dalam kondisi ini.
“Kalau ada pangkalan yang menjual melebih Harga Eceran Tertinggi (HET) kita akan tindak,” ujar Sales Area Manager Sukabumi Pertamina MOR III, Gustiar Widodo kepada Radar Sukabumi, kemarin (10/5).
Ditegaskan dia, Pertamina dalam hal ini tidak akan main-main dengan pangkalan yang nakal. Jika terbukti menjual melebihi HET, pihaknya akan melakukan tindakan dengan memberikan sanksi.
Saat ini, pihaknya pun meminta laporan dari masyarakat terkait pangkalan yang dinilai dan membandel. “Namun kalau masyarakat membelinya ke pengecer, kita tidak bisa kontrol,” ungkapnya.
Diakui, meski kebutuahn elpiji selama Ramadan mengalami peningkatan, namun pertamina menjamin kebutuhan elpiji aman hingga akhir Ramadan. Apalagi Pertamina telah menambah jumlah elpiji dibanding biasanya. “Kita ada penambahan jika dibandingkan alokasi normal,”katanya.
Masyarakat tidak perlu khawatir kelangkaan elpiji. Sebab, pasokan selama Ramadhan sudah aman. “Stok sampai Ramadan aman sudah ada penambahan,” ucapnya.
Selain elpiji 3kg. Pertamina pun menyediakan elpiji non subsidi bagi masyarakat. Apalagi pertumbuhannya cukup bagus Sukabumi. “Kalau orang tidak berhak mrnggunakan subsidi 3kg, bisa beralih ke elpiji non subsidi,” pungkasnya. (bal/d)




