KOTA SUKABUMI

Kapolri Minta Lulusan Setukpa Harus Jadi Agen Perubahan

SUKABUMI – Kapolri Jenderal Idham Azis membuka Pendidikan Perwira Polri di Auditorium Setukpa Polri Anton Sujarwo, Kota Sukabumi, Selasa (3/3). Pada upacara yang diikuti 1.550 peronel Polri dari berbagai kesatuan itu, Idham meminta para lulusan Setukpa ini bisa menjadi agen perubahan di seluruh lini Republik Indonesia.

“Karena semuanya datang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote dan pulau-pulau terluar Indonesia, sehingga setelah lulus harus menjadi agen perubahan,” ujar jendral berpangkat bintang empat dipundaknya itu.

Dijelaskan dia, berdasarkan tahun anggaran 2020, pendidikan perwira Polri ini akan dimulai dari tanggal 3 Maret hingga 3 Oktober nanti. Ada sebanyak 1.550 siswa yang melaksanakan pendidikan di Sukabumi dan 50 siswa di Pusdikintel yaitu perwira yang khusus disiapkan di bidang intelijen.

“Pendidikan dilaksanakan selama tujuh bulan dan pada 3 Oktober 2020 mendatang merupakan penutupan pendidikan,” jelasnya.

Tidak hanya itu sambung Idham, pendidikan setukpa ini juga diikuti 14 personel penyandang difabel. Mereka merupakan bekas penugasan operasi Tinombala, Rencong Aceh, dan terorisme. Selain itu, ada sebanyak 126 Polwan juga yang mengikuti pendidikan tersebut. “Kami berharap mereka menjadi perwira yang dapat mengayomi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang siswa Difabel (cacat tubuh dalam melaksanakan tugas), Aiptu Eko Hari Cahyana tak bisa menutupi rasa bahagianya bisa mengikuti pendidikan Perwira.

Cita-citanya untuk terus mengenyam pendidikan demi meniti karir di korps Polri terlaksana. Eko sendiri ialah eks anggota Gegana Brimob yang pernah menjalani tugas pada sebuah operasi di Aceh Timur, pada 1999.

Bagian kiri wajah Eko terluka saat terlibat kontak senjata dengan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Eko masuk kuota untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Mabes Polri di Sukabumi.

“Saya alhamdulillah bisa masuk, bisa menempuh pendidikan dari Bapak Kapolri, harapan saya ke depan banyak anggota yang pernah bertugas di daerah konflik maupun huru hara yang bisa mengembangkan karir seperti saya. Untuk tetap berdinas di korps yang saya cintai ini,” kata Eko yang kini berdinas di Polsek Kediri.

Eko mengisahkan luka yang diterimanya terjadi saat penggerebekan di salah satu markas yang dicurigai tempat berkumpulnya kelompok GAM. “Saat itu terjadi kontak tembak yang mengakibatkan saya terluka di pipi,” ucap Eko. (upi/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button