Ia mengungkapkan, Komnas Perempuan terus memantau kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai daerah, termasuk Sukabumi. Menurutnya, menurunnya jumlah santri di sejumlah pesantren tidak lepas dari kekhawatiran orang tua terhadap keamanan lingkungan pendidikan. “KPNU merasa terpanggil mempertahankan marwah pesantren agar tetap menjadi tempat yang aman dan bermartabat,” katanya.
Daden menekankan pencegahan kekerasan harus dimulai dari keluarga sebagai ruang pertama pembentukan karakter. Ia juga menjelaskan bahwa Komnas Perempuan melakukan pendidikan publik, pemantauan kasus, serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah sesuai UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.(bam/d)




