Jona Dukung Pemkot Sukabumi Lakukan Pemulihan Ekonomi

Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Jona Arizona

RADARSUKABUMI.com – Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Jona Arizona mendukung program pemerintah pusat dalam menggulirkan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), begitupun di Kota Sukabumi. Dikatakan Jona, pihaknya mengaku optimis jika Kota Sukabumi bisa melakukan pemulihan dengan cepta.

Sebab, Kota Sukabumi merupakan daerah satu-satunya di Jawa Barat yang masuk zona hijau. Tentunya hal itu menjadi salah satu penunjang perbaikan ekonomi, termasuk sektor pendidikan, perdagangan dan keagamaan berjalan semestinya.

Bacaan Lainnya

“Ketika keinginan setiap daerah untuk melakukan pemulihan, segala sendi-sendi ekonomi harus bergerak walaupun memerlukan waktu adaptasi kurang lebih 6 bulan,”ujarnya, Senin, (13/7).

Ditambahkan dia, berbicara PEN, tentu semua kegiatan perekonomian mulai dari Pasar, Hotel restoran, toko dan usaha lainya harus normal kembali.

Tapi, tidak lepas juga dukungan semua stake holder. Dengan begitu pemulihan perkonomian optimis bisa berjalan dengan baik.

Sehingga bisa juga berkontribusi terhadap Laju Pertumbuhan Ekonomi ( LPE) baik tingkat nasional, Provinsi ataupun daerah.

” PEN itu perlu berbagai pihak yang terlibat, selain pemerintah daerah dewan juga ikut mendorong dalam pemulihan tersebut. Makanya kita siap mendukung langkah-langkah pemerintah untuk program tersebut,”ujarnya.

Selain itu, Jona juga meminta kehadiran seluruh Perbankan yang ada di Kota Sukabumi ikut serta terlibat dalam pemulihan ekonomi.

Walaupun diakui Jona, tidak sedikit juga perbankan yang alamai krisis disaat pandemi Covid-19. Pasalnya, disituasi tersebut banyak pelaku usaha baik mikro kecil menegah maupun besar yang mengajukan relaksasi kredit untuk meminta keringanan, baik itu pokok pinjaman maupun bunganya, dan ada interval waktu mulai dari 6 bulan sampai satu tahun.

” Kita juga meminta perbankan benar-benar ikut terlibat dalam pemulihan ekonomi di Kota Sukabumi, dengan sinergitas antara pemerintah daerah dan DPRD dalam regulasinya bisa memfasilitais perbankan untuk membantu UMKM, agar roda perekonomin sedikit demi sedikit bisa tumbuh kembali,”terangnya.

Ditambahkannya, Pemerintah sendiri sebetulnya sudah mengalokasikan anggaran untuk para pelaku usaha yang terdampak covid-19, namun bantuan tersebut tidak signifikan untuk para pelaku usaha.”tidak besar kalau tidak salah hanya sekitar Rp300 juta. Tapi minimal bisa membantu mereka,”ujar.

Jona juga berharap pemerintah daerah secepatnya bisa mencairkan anggaran untuk semua para pelaku usaha, sehingga pemulihan ekonomi nasional bisa secepatnya bisa terwujud.

” Ini saatnya pemda untuk mencairkan bantuan anggran bagi pelkau usaha yang benar-benar terdmapak oleh covid-19. Dan saya bersama anggota dewan lainnya siap mendukung dan membantu pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi tersebut,”pungkasnya. (bal/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan