Jelang Musda, GMNI Minta KNPI Kembali pada Khitohnya

  • Whatsapp
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya Anggi Fauzi

SUKABUMI — Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi, Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi, Anggi Fauzi mengharapkan agar KNPI kembali pada khitohnya sebagai organisasi tempat pemuda untuk berhimpun dan berkumpulnya para pemuda.

“Jika melihat fenomen saat ini seperti kehilangan marwah dan tidak mencerminkan spirit pemuda yang dikenal sebagai kelompok produktif yang mempunyai ciri khas yakni, ide dan gagasannya yang progresif dan revolusioner untuk perubahan dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” kata Anggi kepada Radar Sukabumi, Kamis (8/4).

Bacaan Lainnya

Terlebih momentum Musda KNPI Kota Sukabumi, bakal dihelat dalam waktu dekat ini. Hal tersebut, tentu menjadi awal bersama dalam menentukan nasib KNPI itu sendiri ke depannya.

“Tiga pemuda ramai jadi perbincangan bakal merebutkan kursi KNPI Kota Sukabumi. Pemuda yang diusung dari Organisasi Kepemudaan (OKP) tentu merupakan pemuda terbaik yang ditawarkan dan didambakan untuk mampu membawa perubahan ke depan dan berlomba-lomba untuk saling menunjukan kecakapannya dalam memimpin ide konsep serta gagasan,” paparnya.

DPC GMNI Sukabumi, berkeyakinan para kompetitor yang akan bertarung nanti mampu menuangkan ide dan gagasannya untuk kemajuan pemuda di Indonesia khususnya di Kota Sukabumi.

Sebab, perlu mereka sadari ke depan peran pemuda sangat berperan penting untuk menentukan posisi bangsa ini. Terlebih akan lebih sulit jika pemuda tidak mampu menjawab tantangan zaman.

“Seperti diketahui hari ini sudah masuk pada era digitalisasi dimana semua aktifitas akan bergeser ke teknologi dan juga bangsa Indonesia akan memasuki era bonus demografi dimana usia produktif yaitu pemuda akan lebih banyak dari pada kelompok yang tidak produktif,” ujarnya.

Menurutnya, tua ataupun muda tentunya ini akan menjadi tantangan buta bagi pemuda ke depan, belum lagi akan masuk pada era your government pemerintahan pemuda.

Hal ini merupakan tantangan bagi pemuda yang harus mampu dilalui. Sebab itu, KNPI perlu kembali pada khitohnya untuk menyongsong agenda revolusi pemuda yang akan dihadapi.

“Perlu diingat, awal mula berdirinya KNPI ini diprakarsai oleh kelompok Cipayung yang mana pada saat itu pemuda yang terhimpun di organisasi kemahasiswaan sepakat untuk membuat wadah tempat berhimpun dan berkumpulnya pemuda.

Harapan awal KNPI ini berdiri bisa menjadi laboratorium pemuda yang mampu menghasilkan pemuda progresif dan revolusioner tentunya akan menghasilkan ide-ide, konsep dan gagasan untuk kemajuan NKRI dan bangsa yang kita cintai ini,” cetusnya.

Tak hanya itu, sebagai pemuda harus mempertanyakan dimana posisi KNPI hari ini, perlu ada sikap yang jelas apakah akan mengakomodir kepentingan pemuda atau hanya kepentingan pemerintah.

Kini, sudah seharusnya KNPI bisa menjadi penyambung lidah pemuda serta KNPI jangan sampai hanya dijadikan sebagai alat politik semata oleh segelintir oknum yang ingin berkuasa dan mendompleng popularitas semata untuk individu.

“Dalam menyambut Musda KNPI Kota Sukabumi, kritik kita saat ini belum melihat corak keberpihakannya terhadap pemuda, melihat dari visi dan misi yang di tawarkan kita belum melihat ke arah bagaimana strategi untuk menyambut agenda besar ini,” bebernya.

Karena sudah sangat jelas, revolusi pemuda yakni agenda era bonus demografi, era digitalisasi dan your government.

“Nah, dari ketiga nama yang sudah mencuat di Musda KNPI belum ada yang menyinggung tiga agenda besar itu. Besar harapan kita dalam perhelatan politik KNPI untuk mampu menghasilkan ide, konsep yang visioner demi kemajuan pemuda yang akan datang,” pungkasnya. (bam/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *