Hutan Kibitai Jadi Destinasi Wisata Terpadu

  • Whatsapp
WISATA EDUKASI: Hutan Kota Kibitai yang berada di Kampung Situmekar Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi.

LEMBURSITU — Hutan Kota Kibitai yang berada di Kampung/Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu akan menjadi destinasi wisata terpadu dengan beberapa titik wisata lainnya seperti di Baros dan Cikundul.

Dimana, hutan tersebut akan disulap semenarik mungkin, sehingga mampu menggaet wisatawan yang berkunjung ke Kota Sukabumi dan menjadi muara bagi para wisatawan yang nantinya melakukan kunjungan ke Baros dan Cikundul. Diketahui, Hutan Kota Kibitay telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Wali Kota Sukabumi Nomor 209 Tahun 2009.

Bacaan Lainnya

“Kita memiliki impian untuk membuat wisata Cikundul itu menggeliat, maka dari itu kita telah rencanakan juga menjadikan Hutan Kota Kibitai menjadi bagian special yang ditawarkan kepada wisatawan yang datang ke Kota Sukabumi,” jelas Kepala Bidang Penataan Taman dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Sony Hermanto, kemarin (8/4).

Ia mengatakan, konsep yang sudah direncanakan jauh-jauh hari ini melingkupi penataan spot-spot foto yang menarik dan arena rekreasi seperti flying fox dan sebagainya.

“Hanya saja saat ini terkait dengan kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan fisik, maka kami pending terlebih dahulu walau kami sudah tuangkan rencana tersebut di Detail Engineering Design (DED)” ungkapnya.

Sementara itu, pihaknya mengaku akan terus bersosialisasi dengan masyarakat terkait dengan edukasi wisata kepada masyarakat mengenai nama-nama pohon yang ada di Hutan Kota Kibitai sehingga warga juga akan diikut sertakan meningkatkan potensi wisata di kampung mereka.

“Kedepannya kita ajak masyarakat sekitar menyiapkan diri bila nanti Hutan Kota Kibitai serta kampung mereka menjadi tempat wisata supaya warga menjadi warga yang edukatif ketika para wisatawan berkunjung,” terangnya.

Pada kesempatan yang berbeda, penjaga Hutan Kota Kibitai, Endin, mengatakan bahwa sampai saat ini Hutan Kota Kibitai selalu didatangi mahasiswa dari berbagai Unversitas untuk dijadikan tempat penelitian dan juga belajar mengenai pohon.

“Selain untuk tempat belajar, hutan kota pun sangat diperlukan diantaranya sebagai media konservasi alam terutama air. Juga dapat dijadikan sebagai habitat satwa dan tumbuhan,” jelasnya.

Pria yang sudah menjadi penjaga hutan kota seluas empat hektar sejak tahun 2007 ini mengaku, sangat ikhlas mengemban tugas yang diberikan oleh pemerintah.

“Saya jaga sendirian mulai dari jam 07.00 WIB sampai jam 16.00 WIB. Warga bisa masuk area hutan dan belajar mengenal nama-nama pohon asal jaga kebersihan dan kelestariannya,” terangnya.

Ia mengatakan, rencana dijadikannya hutan kota sebagai area wisata sangat diharapkan. Sebab akan meningkatkan daya tarik Hutan Kota Kibitai itu sendiri. (cr5/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *