Menurut Wita, kasus yang terjadi pada Juni lebih mendominasi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dari puluhan kasus gigitan itu, tidak ada pasien yang dinyatakan tertular virus rabies dari hewan penular dan meninggal dunia
Lebih lanjut Wita menuturkan, beberapa binatang yang dapat menularkan virus rabies diantaranya, anjing, kucing, kera dan kelelawar. Sementara kasus di Sukabumi kebanyakan pasien akibat digigit HPR anjing.
Guna menghadapi kasus tersebut kata Wita, Dinkes Kota Sukabumi berupaya memperkuat jejaring penanganan. Di antaranya dengan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Petanian dan Perikanan (DKP3) fasilitas kesehatan (Faskes) pratama dan faskes rujukan.
Intinya tutur Wita, lebih berupaya untuk melakukan peningkatan kapasitas petugas dalam menangani gigitan Hewan Penular Rabies. Di sisi lain ia mengimbau agar warga yang memiliki binatang peliharaan yang dapat menularkan rabies bisa secara rutin melakukan vaksin rabies dan berkoordinasi dengan dinas terkait.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, lanjut Wita, warga yang memelihara binatang seperti anjing, kucing dan kera agar dapat dilakukan vaksin rabies secara rutin. Sehingga dapat mencegah dan menekan adanya kasus rabies. (Why)






