Harga Kebutuhan Pokok Kembali Stabil

  • Whatsapp
ILUSTRASI: Memasuki musim penghujan, harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasaran mengalami kenaikan. IST

RADARSUKABUMI.com – SUKABUMI– Harga berbagai komuditi seperti Sayuran dan Daging kembali pulih setelah beberapa waktu lalu mengalami kenaikan. Bahkan harga tersebut kini sudah tidak mengalami fluktuasi berarti. Hal itu pun dibenarkan oleh sejumlah pedagang di kawasan pasar Gudang.

Salah seorang pedagang sayur, Rohman mengatakan, beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga lebih dari 50 persen. Saat akhir tahun, harga mentimun, Sawi Putih dan jagung mencapai Rp8 ribu perkilogram. Kini, harga kedua komoditas itu turun menjadi Rp 5 ribu perkilogram.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, cabe rawit yang sempat menyentuh harga Rp50 ribu perkilogram telah kembali ke harga normal di angka Rp25 ribu sampai Rp.30 ribu perkilogram. Bawang merah yang sempat membengkak harganya kini sudah kembali stabil dengan harga Rp25 ribu perkilogram.

Menurut Rohman, penurunan harga ini disinyalir akibat permintaan masyarakat yang tidak terlalu membludak lagi. “Sekarang sudah normal lagi harganya. Kalau kemarin naik karena ada perayaan tahun baru juga, tapi sekrang sudah kembali lagi harganya. Yang sama cuman satu, bawang merah tetap jadi buruan utama pelanggan dari akhir tahun sampai sekarang,” kata Rohman kepada Radar Sukabumi.

Ditempat berbeda, harga daging juga terpantau stabil. Produk daging sapi sendiri saat ini berada di angka Rp.110 ribu perkilogram. Pedagang Daging Dayat mengaku, meski harga kembali normal, akan tetapi pasokan daging sering kali terlambat, sehingga dirinya beberapa kali kehilangan pelanggan.

Selain itu lanjut Dayat, sudah dua minggu terakhir kiosnya sepi konsumen. Saat ini dayat hanya mengandalkan pesanan dari pedagang bakso saja. Dalam sehari, Dayat hanya mampu menjual daging sapi seberat 30-40 kilogram. Padahal, jika sedang ramai kiosnya bisa menjual lebih dari 50 kilogram daging sapi sehari. “Selain daya beli berkurang, kondisi pasar yang becek dan tak terawat, membuat pembeli enggan pergi kepasar,”imbuh dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *