KOTA SUKABUMI

Hanya 10 Anggota Dewan Ikuti Tes Swab

CIKOLE– Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kembali melakukan tes swab kepada anggota DPRD Kota Sukabumi. Hanya saja, program pemerintah dalam upaya mengendalikan penularan Covid-19 kurang diminati oleh angggota DPRD Kota Sukabumi.

Pantauan Radar Sukabumi, Tim Dinas Kesehatan Kota Sukabumi hanya melakukan tes swab kurang lebih 10 orang dari total 35 orang anggota DPRD Kota Sukabumi. “Iya hanya 10 orang anggota dewan yang ikut tes swab ini, sisanya akan melakukan secara mandiri,” ujar Sekretaris DPRD Kota Sukabumi Asep L Sukmana, usai memantau jalanya tes swab di Gedung DPRD Kota Sukabumi. Selasa, (30/6).

Dikatakan Asep, para anggota dewan yang tidak melakukan tes swab itu bukan menghindar atau takut. Tapi berdasarkan informasi mereka kebanyakan sudah melakukan swab mandiri. “Ada yang memberitahukan ke saya bahwa tidak bisa hadir disaat tes swab yang dilaksankan hari ini (kemarin,red) karena sudah melakukan sendiri swabnya. Dan sebagian lagi pasti laporan ke pimpinan DPRD,”terangnya.

Pihaknya sudah memberikan undangan tes swab kepada seluruh anggota DPRD Kota Sukabumi sesuai dengan surat dari Walikota Sukabumi yang diteruskan kepada Pimpinan DPRD.”Tes swab ini kan program provinsi yang diteruskan ke Pemerintah daerah dan diteruskan lagi ke DPRD,” terang dia.

Bagi anggota DPRD Kota Sukabumi yang tidak melakukan tes swab yang sudah ditentukan jadwalnya tidak bisa melakukan susulan. Kecuali memang ada program dari pemerintah seperti halnya hari ini. “Menurut infromasi dari tim yang melakukan swab, anggota dewan yang ingin menyusul melakukan tes bisa dilakukan, asal menunggu program yang sama, “imbuhnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Sukabumi , Henry Slamet menyambut baik adanya program swab massal. Lantaran tes swab ini sangat penting bagi dirinya sebagai anggota DPRD karena sering berpergian keluar daerah. “Setidaknya kita tahu nantinya. Karena lebih bagus dari awal mengetahuinya sehingga bisa isolasi mandiri, itu juga kalau terkontaminasi,”ungkapnya.

Perlu diketahui kata Henry bahwa penyakit covid -19 itu bukan penyakit aib yang harus ditakuti atau memalukan. Justru lebih baik tahu dari awal dari pada belakangan karena bisa merugikan orang lain juga. (bal)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button