SUKABUMI — Silvi Apriani, seorang dokter asal Sukabumi, secara resmi melaporkan rekannya berinisial SS ke Polres Kota Sukabumi atas dugaan penipuan dana dan penggelapan dana proyek pengadaan food tray (misting) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kuasa hukum Silvi, Ruswan Efendi mengungkapkan, kasus ini bermula dari perjanjian kerja sama tertulis yang dibuat pada 12 Maret 2025 antara kliennya dan seorang pengusaha berinisial F yang tak lain adalah suami dari terlapor SS.
“Dalam kesepakatan tersebut, Silvi menyediakan food tray standar MBG dengan modal awal sebesar Rp500 juta untuk 2.000 misting yang dikucurkan oleh FR,” ungkap Ruswan kepada wartawan, Jumat (30/5).
Namun, dalam perjalanan proyek, dana tersebut mulai dikembalikan secara bertahap. Menariknya, total pengembalian justru melebihi modal awal mencapai angka Rp 665 juta. Rinciannya, Rp 265 juta dikembalikan langsung ke FR, sementara Rp400 juta dititipkan melalui suaminya, SS.
“Klien kami sudah menyelesaikan kewajiban finansialnya. Tapi anehnya, FR hanya mengakui menerima Rp 265 juta, dan menolak pengakuan bahwa dana Rp400 juta pernah diterima melalui SS,” ungkapnya.
Menurutnya, ada yang membuat kasus ini semakin panas yakni klaim dari Silvi bahwa seluruh transaksi pengembalian baik tunai maupun transfer didukung dengan bukti kuat. Termasuk penyerahan tunai Rp100 juta, transfer Rp97 juta, dan penyerahan langsung Rp300 juta di Jakarta.
“Ini bukan investasi, tapi kerja sama bisnis yang berbasis keuntungan dan risiko. Namun kini, dana yang dititipkan justru diduga digelapkan orang yang seharusnya menjadi mitra kepercayaan,” tegas Ruswan.
Tak hanya uang, Silvi bahkan sempat menyerahkan satu unit kendaraan sebagai bentuk jaminan pada 10 Mei 2025. Tetapi, situasi makin pelik ketika dana Rp400 juta yang dititipkan kepada SS tak pernah sampai atau diakui oleh FR. Atas dasar itu, Silvi melalui kuasa hukumnya resmi melaporkan SS ke Polres Kota Sukabumi dengan dugaan penipuan dan penggelapan. Kasus ini pun kini dalam penanganan pihak kepolisian.
“Klien kami hanya ingin kejelasan dan keadilan. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal kepercayaan yang dikhianati,” pungkasnya. (bam/d)




