Menurut Ayep, konsep filantropi dan wakaf produktif dapat menjadi solusi dalam menjawab berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan hingga akses layanan kesehatan dan pendidikan. Ia pun mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari tingkat kelurahan hingga puskesmas, untuk turut menyosialisasikan dan mendukung program tersebut kepada masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kita harus menjaga semangat kebersamaan agar program ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Program bantuan bagi 12 PAS menjadi salah satu langkah konkret Pemkot Sukabumi dalam menghadirkan layanan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(ris/d)






