SUKABUMI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, menyebutkan ketersediaan kendaraan pengangkut sampah hingga saat ini masih belum ada penambahan. Akibatnya, petugas harus berupaya ekstra mengoptimalkan kendaraan yang ada dalam pengangkutan sampah.
Kepala DLH Kota Sukabumi, Asep Irawan mengatakan, jumlah kendaraan pengangkut sampah saat ini baru ada 33 unit yakni, 28 kendaraan jenis dump truck dan 5 unit jenis pickup.
“Idealnya, kendaraan dump truck sekitar 40 unit saat ini DLH baru memiliki 28 unit. Itu pun, 8 unit sudah mengalami kerusakan. Sedangkan, pickup idelnya harus 10 unit dan saat ini baru ada 5 unit,” kata Asep kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.
Kendati demikian, lanjut Asep, dengan anggaran yang cukup minim saat ini DLH berupaya melakukan pemeliharaan terhadap beberapa unit kendaraan yang mengalami kerusakan. “Ya, karena keterbatasan anggaran sampai saat ini masih belum ada penambahan armada. Kami berupaya melakukan pemeliharaan unit yang ada,” bebernya.
Menurutnya, keberada armada untuk pengangkutan sampah sangat penting sehingga dengan banyaknya armada waktu pengangkutan dapat cepat dilakukan setiap harinya. “Meski begitu, kami berupaya mengoptimalkan unit yang ada untuk pengangkutan sampah setiap harinya,” ucapnya.
Asep menambahkan, DLH Kota Sukabumi tidak hentinya meminta masyarakat agar dapat memilah dan memilih sampah sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Ya, kami harap masyarakat dapat terlebih dulu memilih dan memilah sampah yang akan dibuang jadi yang dibuang itu tinggal residunya saja,” imbuh dia.
Sebelumnya, Asep mengungkapkan, kapasitas TPA Cikundul kini kondisinta sudah overload. Bagai mana tidak, setiap harinya sampah yang masuk terdapat sebanyak 180 ton. Diakui dia, luas lahan TPA totalnya mencapai 10,7 hektare, namun saat ini semuanya sudah terisi sampah. “Ya, TPA Cikundul saat ini sudah overload sehingga terpaksa menimpa dari buangan sampah yang lama,” aku dia.
Kendati demikian, lanjut Asep, saat ini DLH masih menunggu pembangunan TPA yang kini pembangunan masih belum selesai. “Kami masih menunggu pembangunan TPA itu selesai sehingga bisa segera dimanfaatkan untuk pembunagan sampah,” ujarnya.
Asep mengulas, pembangunan TPA Cikundul tersebut sempat mangkrak beberapa waktu namun saat ini pekerjaannya sudah sekitar 90 persen dan ditargetkan selesai pada tahun ini. “Mudah-mudahan tahun ini pembangunan TPA tersebut dapat terselesaikan sehingga bisa segera digunakan untuk pembuangan sampah,” ulasnya.
Ia menambahkan, DLH hingga saat ini tidak hentinya meminta masyarakat agar dapat memilah dan memilih sampah yang dibuang ke TPA. “Kami minta agar masyarakat terlebih dulu memilih dan memilih sampah yang di buang ke TPA. Jadi ke sampah yang masuk TPA hanya residunya saja,” pungkasnya. (bam)






