Diskumindag Kota Sukabumi Wujudkan Pelaku Usaha Naik Kelas

Diskumindag Kota Sukabumi
Penjabat Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji saat memberikan sambutan saat pelatihan vokasi pengolahan pangan angkatan II bagi wirausaha baru

SUKABUMI – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, menggelar pelatihan vokasi pengolahan pangan angkatan II bagi wirausaha baru. Hal ini, dilakukan untuk mendukung program prioritas pembangunan berkelanjutan yang fokus pada sektor jasa dan perdagangan.

Kepala Diskumindag, Agus Wawan Gunawan, menjelaskan, pelatihan ini diikuti 50 peserta yang antusias ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang pengolahan pangan.

Bacaan Lainnya

“Pelatihan ini, merupakan salah satu model pengembangan UMKM dan kewirausahaan masyarakat yang dilakukan melalui praktik langsung,” kata Agus kepada wartawan, Rabu (19/6).

Adapun, lanjut Wawan, kegiatan ini juga untuk mendata pelaku usaha baru, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), dan menambah pengetahuan teoritis serta praktis bagi para wirausahawan baru. “Semoga dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kewirausahaan,” paparnya.

Sementara itu, Penjabat Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji menambahkan, pelatihan ini sejalan dengan program prioritas pembangunan Kota Sukabumi yang fokus pada sektor jasa.

“Pemda terus berusaha mengembangkan potensi ekonomi melalui kegiatan peningkatan pelaku usaha, dan meningkatkan SDM generasi muda sebagai kunci sukses dalam kehidupan,” ucapnya.

Selain itu, pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan para pelaku usaha baru, mewujudkan pelaku usaha naik kelas, dan mampu bersaing di pasar domestik.

“Lakukan dari hal terkecil termasuk pemasaran di tingkat lokal dulu. Silakan implementasikan ilmu yang didapat dari pelatihan ini,” tuturnya.

Tak hanya itu, Kusmana juga menyinggung masalah yang dihadapi para pelaku UMKM, yaitu akses pasar dan modal.

Sebab itu, Pemkot Sukabumi mendorong peserta untuk meningkatkan akses pasar melalui komunikasi dengan temu bisnis.

“Dalam praktik usaha, catat setiap transaksi agar terkontrol terutama dalam hal perputaran uang. Awali usaha dengan berpikiran positif, berani memulai, harus memiliki visi yang jelas, berorientasi kepada pelanggan, siap berkembang, dan rasional,” pungkasnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *