Dishub Kota Sukabumi Himbau Kendaraan Umum Wajib Lulus Uji KIR

Terminal Tipe A KH Sanusi Kota Sukabumi
Petugas Terminal Tipe A KH Sanusi Kota Sukabumi saat memeriksa kelayakan kendaraan bus yang akan mengangkut penumpang

WARUDOYONG— Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi menghimbau agar semua kendaraan, baik itu kendaraan penumpang (umum) ataupun barang, untuk selalu melakukan uji KIR (kelayakan) kendaraanya.

Terutama, bagi kendaraan umum, seperti Bus, angkutan Kota, travel (ber trayek) dan sejenisnya wajib melakukan pengujian kendaraan secara berkala.

Bacaan Lainnya

Apalagi, menjelang Idul Fitri nanti, semua kendaraan umum yang akan mengangkut penumpang harus benar-benar kondisinya sudah lulus dari pengujian.

“Di lebaran nanti, kami berharap semua kendaraan tranportasi umum yang megangkut penumpang atau barang benar-benar kondiisnya harus bagus dan laik jalan,” ucap Sekretaris Dishub Kota Sukabumi Kurnia Rahmandhani, beberapa waktu lalu.

Kurnia mengatakan, KIR adalah rangkaian tes untuk mengukur apakah sebuah kendaraan masih layak jalan atau tidak.

Makanya, Uji KIR kendaraan wajib bagi kendaraan niaga, termasuk melakukan ramp check. “KIR itu suatu kewajiban untuk melihat apakah kendaraan itu layak atau tidak untuk beroperasi.

Makanya kami juga akan lakukan ramp chek kendaraan kedepanya,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Terminal Tipe A KH Sanusi Kota Sukabumi, Yukki Rahmat Yunus mengungkapkan, pemeriksaan bus yang akan beroperasi selalu dilakukan pemeriksaan setiap harinya.

Hal ini juga untuk menjaga keselamatan dijalan dan memberikan rasa aman juga terhadap penumpang ketika akan menaiki Bus di Terminal Tipe A.

“Selain kendaraan yang harus lulus dalam pengujian, kami juga memeriksa kelengkapan supir, yakni apakah benar-benar memiliki SIM, termasuk kelengkapan adminsitrasi bus lainya,” aku Yukki.

Yukki juga menambahkan, saat ini ada sekitar 200 armada, terdiri dari Bus Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang siap untuk menghantarkan penumpang setiap harinya.

“Ada sekitar 200 Bus yang ada di Terminal Tipe A ini,” katanya.

Disisi lain Yukki juga berharap, setelah dibukanya kebijakan mudik setelah dua tahun lalu tidak dilakukan, bisa meramaikan kembali Terminal termasuk semua transportasi.

Meskipun saat ini, masih tergolong sepinya penumpang di terminal tersebut. “Masih sepi belum ada lonjakan. kemungkinan sih bsia saja H-3 jelang Idul Fitri,” tuturnya.

Yang jelas jika kebijakan dubukanya lagi mudik, tentu saja pihaknya tetap mengikuti aturan yang berlaku. Diantaranya, Protokol Kesehatan (prokes), kemudian ada pengecekan bagi penumpang setiap akan masuk ke Terminal tipe A, seperti menunjukan kartu vaksin atau melalui aplikasi peduli lindungi.

“Kami siap melayani penumpang dengan mengedepankan prokes. Termausk nantinya kami juga akan menyediakan Pos Pengamanan yang bekerjasama dengan berbagi instansi dan lembaga lainya,” pungkas. (cr1/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.