Menurutnya, saat ini Dinkes masih belum mengetahui penyebab kematian sang bayi. Mereka lantas mengantarkan orang tua dan bayi ke rumah duka menggunakan mobil ambulans.
Proses identifikasi masalah pun dilakukan setelah korban dimakamkan. Dimulai dari laporan ke Pokja KIPI Kota Sukabumi, kemudian berlanjut ke Komda KIPI Jawa Barat hingga Komnas KIPI.
Dinkes diwajibkan mengisi beberapa data autopsi verbal sebagai bahan audit khusus lembaga independen tersebut.
“Diminta mengisi formnya itu lengkap sesuai dengan juklas juknis dari sana. Bahkan hari itu kita belum selesai karena banyak ya data-data, vaksinnya, sisa vaksin, suntikannya harus kita siapkan, fotonya segala macam sampai data-data si anak yang satu batch dengan si bayi,” imbuhnya.
Pihaknya, masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh Komnas KIPI. Dinkes meminta, agar semua pihak bersabar dan bijak dalam menghadapi masalah tersebut.
“Prosedurnya seperti itu, jadi sampai saat ini Dinas Kesehatan melakukan investigasi seluruhnya baik itu dari puskesmas, keluarga, dan serta bukti-bukti lainnya. Kita belum mendapatkan hasil kesimpulannya apa, apakah itu dari human error, apakah dari vaksin atau dari faktor lain nah itu belum diketahui,” tutupnya. (Bam)






