Hendi menekankan, tingginya kebutuhan darah tidak mungkin hanya dibebankan kepada PMI atau komunitas tertentu. “Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dunia usaha, hingga kalangan pemuda agar stok darah tetap aman,” ujarnya.
Ia berharap gerakan donor darah Pemuda Pancasila dapat menginspirasi organisasi lain untuk melakukan aksi serupa secara berkelanjutan. “Dengan semakin banyak pendonor sukarela, diharapkan tidak ada lagi pasien yang kesulitan memperoleh darah saat membutuhkan,” pungkasnya.(bam/d)





