BPBD Kota Sukabumi Wujudkan Keluarga Tangguh Bencana

BPBD Kota Sukabumi
BPBD Kota Sukabumi saat melakukan komunikasi, informasi dan edukasi bencana bersama sama dengan DP2KBP3A dan Dinas Sosial yang berlangsung di Babakan Gerung Karang Tengah, Senin (5/9).

SUKABUMI –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, berupaya mewujudkan keluarga tangguh bencana dengan menggaungkan program peningkatan peranan wanita dan keluarga sehat sejahtera.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami menjelaskan, saat ini BPBD menggandeng DP2KBP3A dan Dinas Sosial untuk melakukan komunikasi, informasi dan edukasi bencana terhadap para kader wanita.

Bacaan Lainnya

“Perempuan dan anak berisiko meninggal 14 kali lebih besar dari pada pria dewasa dan keluarga memberikan porsi sebesar 31,9 persen selamat saat golden time,” kata Zulkarnain kepada Radar Sukabumi, Senin (5/9).

Lanjut Zulkarnain, tingginya korban perempuan dan anak karena masih minimya akses informasi dan keterlibatan perempuan dalam sosialisasi kebencanaan di tingkat level bawah menjadi salah satu penyebab tingginya angka korban akibat kejadian bencana.

“Di sisi lain, ketidakhadiran perempuan dalam kegiatan pendidikan bencana, sosialisasi, penyuluhan, latihan atau simulasi kebencanaan membuat pengetahuan dan keterampilan mereka terkait pencegahan dan penanggulangan bencana menjadi minim,” ujarnya.

Sebab itu, diperlukan ragam pemberdayaan perempuan agar bisa mengurangi risiko bencana dan strategi penanganan secara holistik dengan tidak mengenyampingkan responsif gender yang berbasis kepada hak korban.

“Ya, dimulai dari tahap tanggap darurat sampai tahap pemulihan dan rekonstruksi sehingga jumlah korban dapat dicegah atau dikurangi dan hak korban jiwa maupun korban selamat juga terlindungi,” bebernya.

Zulkarnain mengajak, kaum perempuan menguatkan kiprahnya misalnya dengan membentuk srikandi tangguh bencana paling tidak di tingkat keluarga.

Misalnya, dengan cara melakuan rencana kesiapsiagaan di rumah, melakukan pemetaan terhadap risiko risiko dan ancaman. “Selain itu, juga menyediakan perlengkapan kedaruratan serta secara periodik seperti tas siaga sekaligus mempraktikkan apa yang telah disepakati bersama,” pungkasnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.